Assignment 14

Prepare freeform answer for Assignment 14

Kerjakan Soal Dibawah Ini :

1.  Apa yang dimaksud dengan sistem ekonomi dan bisnis?

2. Usaha usaha yang dijalankan di Indonesia dalam berbagai bentuk usaha memerlukan berbagai Faktor Produksi sebagai input pelaksanaan Bisnis yang terdiri dari  ? dan jelaskan Pengertiannya ?

3. Apa Pengertian dari  Government Sectors dan Foreign Sektors ?

4.  Sebutkan Tiga kompenen system ekonomi di Indonesia ?

5. Sebutkan  Ciri-ciri system ekonomi Pasar ?

Status: Tercapai

Keterangan: Sudah Mengerjakan

Pembuktian:

1.  Apa yang dimaksud dengan sistem ekonomi dan bisnis?

Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah.

Pengertian Bisnis : bahwa bisnis merupakan serangkaian kegiatan yang berhubungan dengan penjualan ataupun pembelian barang dan jasa yang secara konsisten berulang. Menurutnya, penjualan jasa ataupun barang yang hanya terjadi satu kali saja bukan merupakan pengertian dari bisnis

Pengertian Bisnis menurut Haney adalah dapat didefinisikan sebagai aktivitas manusia yang dihubungkan dengan produksi ataupun memperoleh kekayaan melalui pembelian dan penjualan barang.

2. Usaha usaha yang dijalankan di Indonesia dalam berbagai bentuk usaha memerlukan berbagai Faktor Produksi sebagai input pelaksanaan Bisnis yang terdiri dari  ? dan jelaskan Pengertiannya ?

  • Sumber daya manusia ( human resources)
  • Tenaga kerja manusia adalah segala kegiatan manusia baik jasmani maupun rohani yang dicurahkan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa maupun faedah suatu barang.
  • Tenaga kerja manusia dapat diklasifikasikan menurut tingkatannya (kualitasnya) yang terbagi atas:a).Tenaga kerja terdidik (skilled labour), adalah tenaga kerja yang memperoleh pendidikan baik formal maupun non formal.
    Contoh: guru, dokter, pengacara, akuntan, psikologi, peneliti.b).Tenaga kerja terlatih (trained labour), adalah tenaga kerja yang memperoleh keahlian berdasarkan latihan dan pengalaman.
    Contoh: montir, tukang kayu, tukang ukir, sopir, teknisi.c)Tenaga kerja tak terdidik dan tak terlatih (unskilled and untrained labour), adalah tenaga kerja yang mengandalkan kekuatan jasmani daripada rohani.
    Contoh: tenaga kuli pikul, tukang sapu, pemulung, buruh tani
  • Modal ( Capital )
  • Modal menurut pengertian ekonomi adalah barang atau hasil produksi yang digunakan untuk menghasilkan produk lebih lanjut. Misalkan orang membuat jala untuk mencari ikan. Dalam hal ini jala merupakan barang modal, karena jala merupakan hasil produksi yang digunakan untuk menghasilkan produk lain (ikan). Di dalam proses produksi, modal dapat berupa peralatan-peralatan dan bahan-bahan.
  • Bahan Baku ( Raw Materials)
  • Bahan baku adalah bahan yang digunakan dalam membuat produk di mana bahan tersebut secara menyeluruh tampak pada produk jadinya (atau merupakan bagian terbesar dari bentuk barang).
  • Peralatan dan Mesin-mesin (equipment and machinery)
  • Mesin‑mesin (machinery) misalnya mesin‑mesin untuk menjalankan proses produksi.
  • Tanah dan Bangunan ( Land and building)
  • Tanah (land) sebagai tempat menjalankan usaha, atau di atasnya didirikan bangunan perusahaan, termasuk aktiva tetap yang tidak disusutkan.
  • Gedung atau bangunan (building) seperti gedung pabrik, gedung toko dan gedung kantor.
  • Entrepreneurship dan intrapreneurship
  • Entrepreneur adalah orang yang melakukan aktivitas wirausaha dicirikan dengan pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.
  • Intrapreneur adalah orang yang memiliki “entrepreneurship”, namun tidak keluar dari perusahaan di mana ia bekerja. Menurut Tunggul Tranggono seorang pemerhati koperasi menyatakan bahwa intrapreneur adalah “self determined goal setter” orang yang mengambil inisiatif melakukan suatu tugas tertentu yang dituntut oleh dirinya sendiri.
  • Teknologi(technology)
  • Empat manfaat utama yang dapat dirasakan manusia terhadap teknologi, yaitu:1. peningkatan produksi
    jika pada 1800-an, seorang petani yang bekerja sejak fajar sampai senja hari dengan menggunakan kerbau atau sapi dalam membajak sawahnya hanya bisa menghasilkan makanan untuk sekitar empat orang. maka pada 1990-an, dengan menggunakan traktor, pestisida dan teknologi pertanian lainnya, seorang petani tadi bisa menghasilkan makanan untuk 100 orang.2. pengurangan tenaga kerja
    pada masa 1800-n, kebanyakan pekerjaan dilakukan dengan tangan atau mesin yang di operasikan dengan tangan. mereka bekerja antara 12-16 jam sehari, 6 hari dalam sepekan. namun, pada era 1990-an, para buruh bekerja 5 hari sepekan, dan 8 jam sehari, tapi hasilnya lebih banyak, ini karena digunakannya mesin-mesin tenaga non-hayati.
    berkurangnya waktu ini akan menambah waktu luang/ senggang bagi para pekerja.

    3. pekerjaan yang lebih mudah
    pada era 1900-an, para pengembang batubara menggali sepanjang hari dengan linggis dan sekop hasilnya sedikit ton batubara, tambangnya gelap, dan berbahaya. hari ini, pertambangan masih berbahaya, namun pencahayaan dan ventilasi jauh leih baik pekerjaan menggali kini bisa dilakukan dengan mesin, sehingga dihasilkan 1 metrik ton batubara per menit.

    4. Standar hidup lebih tinggi
    banyaknya barang dan jasa yang ditawarkan oleh teknologi telah membuat setiap orang memilih apa yang disukainya secara lebih mudah karena banyaknya pilihan. sarana hidup berlimpah, maka orang bisa lebih sehat, lebih bergizi makananya, lebih lama hidupnya dan seterusnya.

  • Informations
  • Sistem informasi manajemen produksi mendukung fungsi produksi/operasi yang meliputi semua aktivitas yang berkaitan dengan perencanaan dan pengadilan proses menghasilkan barang atau  jasa. Sistem ini mendapatkan dan memproses data mengenai semua aktivitas mencakup produksi yang baik dan pelayanan (services) yang dibutuhkan oleh konsumen
  • Pelanggan ( Customers)
  • Pelanggan adalah setiap orang yang menuntut pemberian jasa (perusahaan) untuk memenuhi suatu standar kualitas pelayanan tertentu, sehingga dapat memberi pengaruh pada performansi (performance) pemberi jasa (perusahaan) tersebut.Dengan kata lain, pelanggan adalah orang-orang atau pembeli yang tidak tergantung pada suatu produk, tetapi produk yang tergantung pada orang tersebut.

3. Apa Pengertian dari  Government Sectors dan Foreign Sektors ?

  • Government Sectors

Pemerintah membutuhkan gedung, peralatan, kenderaan dll yang dapat dipenuhi sector bisnis/perusahaan.

  • Foreign Sektors

Banyak perusahaan di luar negeri yang membutuhkan tekstil atau produk lain buatan Indonesia sehingga mereka menginport produk-produk tersebut dari Indonesia.

4.  Sebutkan Tiga kompenen system ekonomi di Indonesia ?

  • nput

Input system ekonomi  Indonesia  terdiri dari berbagai jenis factor produksi seperti tanah, tenaga kerja, modal dan berbagai sumber daya alam baik yang dapat diperbaharui maupun tidak dapat diperbaharui seperti minyak bumi dan bahan tambang.

  • Proses

Proses yang  berjalan dalam system ekonomi Indonesia menunjukkan berbagai bauran teknologi yang digunakan untuk memproduksi  barang dan jasa.

  • Output

Output system ekonomi Indonesia adalah keseluruhan barang dan jasa yang dihasilkan dalam kurun waktu tertentu ( biasanya 1 tahun)

5. Sebutkan  Ciri-ciri system ekonomi Pasar ?

  • Pemilikan swasta terhadap alat-alat/ factor produksi
  • Terdapat kebebasan untuk berusaha dan bersaing.
  • Produsen menjual hasil produksinya dipasar yang bersaing.
  • Melakukan usaha untuk tujuan memperoleh keuntungan maximal

SKuP – Fitria Supyaningsih [Pengetahuan Bisnis-SI320E]

❁❁ Hello Class Pengetahuan Bisnis SI320E ❁❁

Hajimemashite watashi no namae wa fitri desu  

Fitria Supyaningsih dan biasa dipanggil Fitri. Saya memulai perkuliahan pada tahun 2014 di Perguruan Tinggi Raharja, namun saya transfer pada 2017 dan saat ini saya semester 6. Saya mahasiswa jurusan Sistem Informasi konsentrasi KA (Komputer Akuntansi). Pada semester ini saya mengikuti matakuliah Pengetahuan Bisnis – SI320E dengan diajari oleh pak Andri Cahyo Purnomo.


✍✎Berikut Daftar Assignmentnya ✍✎

[table id=2 /]

 

 

Assignment 11

Prepare freeform answer for Assignment 11

Kerjakan Soal Dibawah ini :

1. Apa yang dimaksud dengan Manajemen Bisnis ?

2. Sebutkan sumber daya organisasi yang harus dikelola oleh para manager perusahaan

3.Apa yang dimaksud dengan Proses Manajemen ?

4.Apa yang dimaksud dengan Proses dan Fungsi Manajemen

5.Proses pengendalian terdiri dari 3 aktivitas?

Status: Tercapai 100%

Keterangan: Sudah Mengerjakan

Pembuktian:

1. Apa yang dimaksud dengan Manajemen Bisnis ?

Manajemen Bisnis merupakan upaya pengaturan secara menyeluruh guna menjalankan sebuah usaha bisnis yang profesional dan menghasilkan tujuan bisnis yang diinginkan. Manajemen bisnis dibutuhkan dalam rangka tercapainya sebuah tujuan sebuah usaha bisnis baik dari aspek profit maupun tujuan lain sesuai yang diinginkan oleh pihak pengelola bisnis.

Sebuah proses pengaturan diperlukan agar sebuah usaha tidak sembarangan, mampu melakukan perencanaan, target-target yang diinginkan serta dapat mengantisipasi berbagai kemungkinan sebuah resiko usaha bisnis.

Sebuah langkah profesional yang dilakukan sebelum merancang sebuah manajemen bisnis biasanya dilakukan dengan membuat sebuah rancangan global sebuah bisnis atau yang dikenal dengan business plan.

Business plan menyangkut bagaimana manajemen bisnis serta perencanaannya dari berbagai aspek, diantaranya adalah manajemen pemasaran, manajemen produksi, manajemen finansial dan sebagainya. Melalui sebuah business yang mantap, biasanya sebuah usaha akan meyakinkan untuk dikelola secara maksimal.

Untuk bentuk usaha bisnis dengan skala kecil pun diperlukan sebuah upaya manajemen bisnis yang baik, hanya berbeda pada ukuran skala saja serta pengerjaannya yang lebih sederhana dan bisa dikerjakan rangkap oleh satu atau dua orang dari pengelola bisnis tersebut. Beberapa hal yang menjadi patokan utama manajemen bisnis diantaranya adalah beberapa hal berikut ini:

1. Manajemen produksi
Manajemen produksi merupakan pengaturan dan perencanaan terkait ketersediaan bahan baku maupun bahan jadi yang siap dipasarkan pada sebuah perusahaan bisnis. Manajemen bisnis di bidang produksi menyangkut bagaimana proses produksi itu bisa berlangsung dengan baik sehingga mampu menghasilkan produk atau layanan yang diminati oleh konsumen.

2. Manajemen pemasaran
Manajemen bisnis di bidang pemasaran menyangkut segala bentuk perencanaan, bentuk, target serta tujuan dan hasil dari sebuah proses marketing atau pemasaran. Penjualan yang meningkat dan upaya untuk memperkenalkan produk kepada konsumen merupakan target utama dari sebuah manajemen pemasaran.

Tanpa adanya sebuah manajemen pemasaran yang baik, maka sebuah perusahaan akan mengalami kondisi sulit dalam hal pemasukan atau income yang diperoleh. Pemasaran memegang peran vital terhadap eksistensi sebuah perusahaan. Produk atau jasa yang kurang bermutu pun akan bisa terjual laris apabila perusahaan Anda memiliki seorang manajer pemasaran yang handal. Kreatifitas dan inovasi perlu dijalankan dalam merancang sebuah manajemen bisnis di bidang pemasaran.

3. Manajemen distribusi
Manajemen bisnis di bidang distribusi memegang peran mendukung manajemen pemasaran. Meskipun pemasaran telah berjalan dengan baik, namun apabila manajemen distribusi mengalami hambatan, maka marketing juga akan terganggu. Proses penyaluran barang produksi atau layanan jasa kepada konsumen sangat ditentukan oleh bagaimana pola manajemen distribusi tersebut dirancang oleh sebuah perusahaan.

4. Manajemen finansial
Manajemen finansial di dalam sebuah usaha bisnis menyangkut transparansi dan pengelolaan sirkulasi keuangan sebuah perusahaan. Manajemen keuangan menyangkut bagaimana keuangan perusahaan mampu dibagikan sesuai dengan anggaran yang dimiliki.

Tanpa adanya sebuah manajemen bisnis yang baik di bidang keuangan, maka biasanya perusahaan tidak mendapatkan data keuangan yang jelas. Hal ini biasa dialami oleh para pengelola bisnis kecil yang masih amatiran, dimana manajemen keuangan jarang diperhatikan sehingga untung atau ruginya saja sebuah usaha bisnis sulit ditentukan.

Beberapa bentuk manajemen bisnis di atas sangat penting diperhatikan oleh para pengelola usaha bisnis yang ingin sukses dalam menjalankan sebuah bisnis usaha. Tanpa adanya sebuah manajemen yang baik, maka mustahil sebuah perusahaan akan mampu berjalan dengan baik seperti yang menjadi harapan pemiliknya.

2. Sebutkan sumber daya organisasi yang harus dikelola oleh para manager perusahaan

Peusahaan merupakan organisasi yang terdiri dari berbagai sumber daya organisasi dan dikelola untuk mencapai tujuan. Kegiatan manajement, sangat diperlukan untuk mengkoodinasikan pengelolaan berbagai sumber daya organisasi sautu perusahaan agar dapat menunjang tercapainya tujuan perusahaan secara efektif dan efisien.

Tujuan Pengelolaan Sumber Daya Organisasi
Peter Drucker (1938: 83) menyebutkan adanya sejumlah tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan melalui pengelolaan sumber daya yang mereka miliki. Tujuan-tujuan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Market Standing >> penguasaan pasar yang akan menjadi jaminan bagi perusahaan untuk memperoleh pendapatan penjualan dan profit dalam jangka panjang. Manager akan berupaya mengelola sumber daya organisasi perusahaan sedemikian rupa sehingga produk yang mereka hasilkan dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan pelanggan.

2. Innovation >> penemuan baru dalam produk (barang/jasa) / kemampuan yang dimiliki sumber saya manusia perusahaan untuk menjadikan ide usaha yang mereka miliki menjadi sebuah kenyataan.

3. Physical and Finacial Resources >> penguasaan terhadap sumber daya fisik dan keuangan untuk mengembangakan perusahaan menjadi semakin besar dan menguntungkan.

4. Profitability >> melakukan pengelolaan sumber daya organisasi dengan tujuan agar memperoleh keuntungan.

5. Manager Performance and Development >> orang yang secara operasioanal bertanggung jawab terhadap pencapaian tujuan organisasi agar dapat mengelola perusahaan dengan baik.

6. Worker Performance and Attitude >> untuk kepentingan jangka panjang, maka sikap karyawan terhadap perusahaan dan pekerjaan perlu diperhatikan agar dapat bekerja dengan baik.

7. Public Responsibility >> harus memiliki tanggung jawab sosial seperti memajukan kesejahteraan masyarakat, mencegah terjadinya polusi, dan menciptakan lapangan kerja.

Keunggulan Bersaing Perusahaan (Competitive Advantage)
Manager mengelola perusahaan yang didalamnya terdiri dari berbagai sumber daya organisasi dengan tujuan mencapai hasil-hasil akhir yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. Keunggulan Bersaing adalah hal yang membedakan suatu perusahaan dari perusahaan lainnya dan memberi siri khas bagi perusahaan untuk memenuhi kebutuhan pasar konsumen.

Klasifikasi Sumber Daya Organisasi
Sumber daya organisasi yang harus dikelola oleh para manajer dapat dibagi ke dalam 2 kelompok besar, yakni aset berwujud (tangible asset) dan aset tidak berwujud (intangible asset).

Aset berwujud >> aset yang dimiliki perusahaan yang dapat dilihat secara kasat mata. contohnya: bangunan pabrik dengan berbagai peralatan mesin di dalamnya. Aset tidak berwujud >> berbagai sumber daya nonfisik yang diciptakan oleh perusahaan dan karyawannya. contohnya: nama merk, reputasi perusahaan, hak cipta, merek dagang, dll.
Klasifikasi sumber daya organisasi lainnya adalah dengan menghubungkan sumber daya yang dimiliki perusahaan beserta fungsi organisasi yang ada di dalam sebuah organisasi perusahaan. Berdasarkan klasifikasi ini, sumber daya organisasi dapat dikelompokkan menjadi: 

1. Sumber Daya Manusia (Man/Human Resources) >> manusia dengan berbagai keahlian yang dimilikinya sangat dibutuhkan dalam pencapaian tujuan organisasi.

2. Keuangan (Money/Capital) >> alat yang penting untuk mencapai tujuan karena segala sesuatu harus diperhitungkan secara rasional.

3. Bahan Baku Produksi (Materials) >> materi dari manusia tidak dapat dipisahkan, tanpa materi tidak akan tercapai hasil yang dikehendaki.

4. Mesin-mesin dan Peralatan (Machinesries and Equipment) >> berperan sangat besar dalam penciptaan keunggulan bersaing sebuah perusahaan, dan digunakan untuk memberi kemudahan atau menghasilkan keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efisiensi kerja.

5. Teknologi (Technology) >> aplikasi ilmu pengetahuan ke dalam produk yang dapat membantu manusia dalam kehidupan ini.

6. Pasar (Merket) >> tempat dimana organisasi menyebarluaskan atau memasarkn produknya, agar pasar dapt dikuasai, maka kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan daya beli konsumen.

7. Informasi (information) >> berkat perkembangan informasi dimana perusahaan dapat membuat data warehouse dan melakukan data mining sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

3.Apa yang dimaksud dengan Proses Manajemen ?

Proses manajemen adalah daur beberapa gugusan kegiatan dasar yang berhubungan secara integral, yang dilaksanakan di dalam manajemen secara umum, yaitu proses perencanaan, proses pengorganisasian, proses pelaksanaan dan proses pengendalian, dalam rangka mencapai sesuatu tujuan secara ekonomis. Sesungguhnya keempat proses itu merupakan hasil ikhtisar dari pelbagai pendapat praktisi dan ahli mengenai manajemen.

Aneka Gagasan

  • Menurut Henri Fayol : “perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, koordinasi”.
  • Menurut Gulick dan Urwick: “Perencanaan, pengorganisasian, staffing, pengarahan, koordinasi, pelaporan dan penganggaran”.
  • Menurut William M. Fox: “Perencanaan, pengorganisasian, pengendalian”.
  • Menurut Ernest Dale: “Perencanaan, pengorganisasian, staffing, pengarahan, pengendalian, inovasi, representasi”.
  • Menurut Koontz dan O’Donnell: “perencanaan, pengorganisasian, staffing, pengarahan, pengendalian”.

Saripati

Semua gagasan itu didasarkan pada pra-anggapan yang menghendaki pembagian proses kerja para manajer menjadi bagian-bagian yang dapat dilaksanakan. Proses-proses itu berulangkali dinyatakan sebagai “langkah-langkah dasar manajemen”, batu-batu fondasi manajemen.

  1. Proses perencanaan meliputi gagasan bahwa manajemen mengantisipasi berbagai kondisi seperti peluang dan kendala di masa depan, dan berusaha menetapkan lebih dulu apa yang harus mereka lakukan dan apa yang akan mereka capai.
  2. Proses pengorganisasian berarti menempatkan orang dan prasarana serta sarana dan sumberdaya dalam suatu tata-hubungan yang kondusif untuk bekerja sama menuju sasaran bersama.
  3. Proses pelaksanaan meliputi pemberian arahan, perintah kerja, dorongan dan motivasi kerja, serta pemecahan masalah. Sementara itu
  4. Proses pengendalian dilakukan dengan pengamatan, mencermati laporan, dan melakukan inspeksi supaya pekerjaan di semua bagian sesuai dengan persyaratan kualitas dan ketentuan rencana hasil, dan sesuai dengan anggaran biaya.

Realitas Sebenarnya

Pekerjaan manajemen dalam kenyataannya tidak sesederhana mengucapkan daftar kata “perencanaan”, “pengorganisasian”, “pelaksanaan” dan “pengendalian” seperti mantera. Tetapi keempat kata itu mewakili rumpun kegiatan yang kompleks menurut bidang kegiatan lembaga yang dimanajemeni sebagai kategorisasi pemikiran.

Proses manajemen itu ditanamkan karena sederhana dan gampang dipahami pada para peserta gugus-mutu, dalam rangka memanajameni pekerjaan mereka masing-masing.

4.Apa yang dimaksud dengan Proses dan Fungsi Manajemen

Proses manajemen adalah daur beberapa gugusan kegiatan dasar yang berhubungan secara integral, yang dilaksanakan di dalam manajemen secara umum, yaitu proses perencanaan, proses pengorganisasian, proses pelaksanaan dan proses pengendalian, dalam rangka mencapai sesuatu tujuan secara ekonomis.

Sedangkan Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20.Ketika itu, ia menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan mengendalikan. Namun saat ini, kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi tiga[butuh rujukan], yaitu:

Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.

Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, dan pada tingkatan mana keputusan harus diambil.

Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha.

 

5.Proses pengendalian terdiri dari 3 aktivitas?

Pengendalian merupakan konsep yang luas yang berlaku untuk manusia, benda, situasi, dan organisasi. Dalam organisasi pengendalian meliputi berbagai proses perencanaan dan pengendalian.

Dasar dari proses pengendalian adalah pemikiran untuk mengarahkan suatu variabel, atau sekumpulan variabel, guna mencapai tujuan tertentu. Dalam organisasi , manusia merupakan variabel yang harus diarahkan, dituntun, atau dimotivasi untu mencapa tujuan.

Pengendalian manajemen adalah semua meode, prosedur, dan sarana, termasuk sistem pengendalian manajemen, yang digunakan manajemen untuk memastikan dipatuhinya kebijakan-kebijakan dan strategi-strategi organisasi.

Sistem pengendalian manajemen adalah suatu proses dan struktur yang tertata secara sistematik yang digunakan manajemen dalam pengendalian manajemen.

Pengendalian manajemen meliputi baik pengendalian formal maupun informal. Di atas proses-proses pengendalian formal, terdapat pengendalian motivasi informal yang mendorong para manajer dan karyawan untuk terus menjaga agar organisasi bergerak maju menuju sasaran yang telah ditetapkan.

Sistem pengendalian informal, yang adakalanya tercermin dalam kebijakan-kebijakan tak tertulis organisasi, merupakan bagian dari budaya pngendalian organisasi. Budaya ini dapat mencakup proses-proses yang tak terucapkan untuk memotivasi para manajer guna mengambil tindakan-tindakan yang dikehendaki, dan mencegah serta memperbaiki aryawan dan unit-unit organisasi dari tindakan-tindakan yang tidak layak.

Proses pengendalian manajemen meliputi tiga tahap : tindakan perencanaan, pelaksanaan tindakan, dan evaluasi tindakan

Ketiga tahap ini terjadi di berbagai tingkat dalam suatu organisasi, dari tingkat manajemen puncak sampai ke unit operasi terkecil.

Pengendalian manajemen mencakup sistem pengendalian manajemen yang terdiri atas tataan organisasi, wewenang, tanggung jawab, dan informasi untuk memungkinkan pelaksanaan pengendalian dan untuk memproses sekumpulan tindakan yang memastikan

bahwa organisasi bekerja untuk mencapai tujuannya.

Pengendalian manajemen adalah alat bagi para manajer, yang menggunakannya dalam interaksi di antara mereka dan dengan bawahan.

Proses pengendalian manajemen menganggap bahwa strategi telah ditetapkan (tertentu) dan mengembangkan suatu sistem untuk mengimplementasikannya.

Pengendalian manajemen diarahkan ke segi yang lebih positif. Pengendalian ini bertujuan mendorong, membantu, dan memotivasi manajer dan karyawan untuk melaksanakan strategi organisasi dan untuk mematuhi kebijakan organisasi dalam pelaksanaan tersebut. Pengendalian manajemen, tidak terlalu menekankan pada pencarian dan perbaikan kesalahan dan ketidak-beresan.

Peran manajemen dalam pengendalian dinamakan pengendalian manajemen, dan sistem yang digunakan untuk melakukan hal ini seperti mengumpulkan dan menganalisis informasi, mengevaluasinya, dan memanfaatkannya bersama sarana-sarana lain untuk mengendalikan kegiatan dinamakan sistem pengendalian manajemen.

Karena fokusnya adalah pada manusia dan implementasi rencana, pengendalian manajemen membutuhkan pertimbangan-pertimbangan psikologis yang kuat. Kegiatan-kegiatan seperti komunikasi, membujuk, menasehati, memberi semangat, dan mengkritik merupaakan bagian penting dari proses ini.

Pengendalian manajemen menyangkut implementasi strategi. Pengendalian ini banyak memanfaatkan informasi umpan balik. Pengendalian manajemen lebih banyak menekankan pada pengendalian variabel-variabel intern. Pengendalian manajemen digunakan untuk mengendalikan keseluruhan organisasi.

Teknik-teknik yang digunakan dalam pengendalian manajemen untuk mengevaluasi jarang sekali yang sifatnya presisi, sehingga sukar pula memastikan bahwa kegiatan-kegiatan telah berjalan sesuai dengan yang diinginkan.

Pengendalian manajemen, yang berorientasi kepada manusia, lebih diarahkan untuk membantu para manajer melaksanakan strategi-strategi organisasi daripada untuk mengoreksi unjuk kerja agar sesuai dengan standar unjuk kerja tertentu.

Dalam pengendalian manajemen, pertimbangan psikologis dominan. Sistem pengendalian manajemen tidak secara langsung atau dengan sendirinya beraksi tanpa intervensi manusia.

Banyak dari informasi dalam suatu sistem pengendalian manajemen terdiri atas ikhtisar atau kumpulan beberapa transaksi; biaya produksi untuk sebulan, status sekelompok barang sediaan, dan biaya pemeliharaan total.

Pengendalian adalah proses mengarahkan sekumpulan variabel untuk mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Pengendalian merupakan konsep yang luas yang berlaku untuk manusia, benda, situasi, dan organisasi. Dalam organisasi pengendalian meliputi berbagai proses perencanaan dan pengendalian. Bagian yang terpenting dari proses ini berbentuk pengendalian manajemen: tindakan-tindakan yang dilakukan manajemen untuk mengarahkan orang, mesin, dn fungsi-fungsi guna mencapai tujuan dan sasaran oragnisasi. Untuk kepentingan mengembangkan sistem pengendalian manajemen, kita membedakan pengendalian manajemen dengan kegiatan-kegiatan perencanaan dan pengendalian lainnya.

Kita akan menggunakan delapan istilah berikut untuk mengantarkan subyek pngendalian manajemen.

1.   Organisasi : Sebuah kelompok manusia yang berinteraksi melakukan berbagai kegiatan secara terkoordinasi sebagai suatu kesatuan tersendiri untuk mencapai cita-cita, misi atau tujuan.

2.   Strategi : Rencana tindakan umum jangka panjang yang mengarahkan perumusan kebijakan dan program-program tindakan organisasi.

3.   Kebijakan : Aturan atau seperangkat aturan umum yang menuntun tindakan-tindakan organisasi.

4.   Pemograman : Pengembangan dan pemilihan program-program yang akan dilaksanakan.

5.   Pengendalian strategi : Semua metode dan analisis yang digunakan untuk memantau, mengevaluasi, dan memodifikasi strategi dalam menyesuaikan kegiatan-kegiatan organisasi dengan kebutuhan untuk bertahan hidup yang ditimbulkan oleh kekuatan-kekuatan luar yang terus-menerus berubah.

6.   Pengendalian organisasi : Mengarahkan sekumpulan variabel (mesin, orang, peralatan) menuju sasaran yang telah ditetapkan.

7.   Pengendalian manajemen : Semua meode, prosedur, dan sarana, termasuk sistem pengendalian manajemen, yang digunakan manajemen untuk memastikan dipatuhinya kebijakan-kebijakan dan strategi-strategi organisasi.

8.   Sistem pengendalian manajemen : Suatu proses dan struktur yang tertata secara sistematik yang digunakan manajemen dalam pengendalian manajemen.

Hal pertama yang perlu dilakukan manajemen membentuk atau mengubah organisasi adalah menentuakan apa yang harus dilakukan oraganisasi dan bagaimana melakukannya. Hasil dari perencanaan strategik ini adalah seperangkat tujuan bagi organisasi dan berbagai strategi untuk mencapai tujuan. Strategi yang dikembangkan meliputi baik kebijakan yang medomani cara bertindak maupun programprogram kegiatan umum untuk mencapai tujuan.

Setelah program-program dan kebijakan-kebijakan ini ditetapkan, manajemen membutuhkan cara untuk memastikan bahwa para anggota organisasi melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan. Pengendalian adalah proses yang digunakan untuk melakukan hal ini. Ini dapat berupa pengendalian strategi, yang tujuannya adalah memastikan bahwa strategi yang digunakan sudah tepat, dan pengendalian organisasi, yang tujuannya adalah memastikan bahwa para anggota organisasi melakukan apa yang dikehendaki organisasi. Peran manajemen dalam pengendalian dinamakan pengendalian manajemen, dan sistem yang digunakan untuk melakukan hal ini seperti mengumpulkan dan menganalisis informasi, mengevaluasinya, dan memanfaatkannya bersama sarana-sarana lain untuk mengendalikan kegiatan dinamakan sistem pengendalian manajemen.

Pengantar Situasi Pengendalian

Dasar dari proses pengendalian adalah pemikiran untuk mengarahkan suatu variabel, atau sekumpulan variabel, guna mencapai tujuan tertentu. Dalam organisasi , manusia merupakan variabel yang harus diarahkan, dituntun, atau dimotivasi untu mencapa tujuan. Orang-orang yang melakukan pengarahan disebut manajemen. Sementara manajemen menjalankan fungsi-fungsinya yang lain, fungsi pengendalian manajemen tetap berjalan dalam organisasi. Sistem pengendalian juga digunakan dalam stuasi-stuasi  di  luar  organisasi,  tetapi  setiap  sistem   pengendalian   akan   mempunyai

sediitnya keempat komponen berikut:

1.   Alat pengamatan yang mendeteksi, mengamati dan mengukur, atau menguraikan kegiatan-kegiatan atau fenomena lain yang dikendalikan. Istilah untuk komponen ini adalah observor, etektor, atau sensor.

2.   Alat penilai yang mengevaluasi unjuk kerja dari suatu kegiatan atau organisasi, biasanya berhubungan dengan standar teertentu atau harapan mengenai yang seharusnya, dan mengidentifiasikan kegiatan dan kondisi yang lepas endali. Komponen ini dinamakan evaluator, sensor, atau selektor.

3.   Alat modifikasi perilaku untuk mengubah unjuk kerja jika diperlukan. Komponen ini dinamakan direktor, modifier, atau selektor.

4.   Alat untuk menyebar-luaskan informasi ke alt-alat lain. Komponen ini dinamakanjaringan komunikasi.

Pengendalian dalam Organisasi

Pemilihan alat-alat detektor, asesor, dan efektornya memerlukan pertimbangan-pertimbangan mengenai kondisi-kondisi berikut sebelum penyusunan sistem pengendalian dilakukan:

1.   Lingkungan, baik eksternal(tingkat dan sifat persaingan, perkembangan dalam industri, kebijakan pemerintah, keadaan sosial dan ekonomi secara umum) maupun internal (dukungan manajemen puncak bagi standar pengendalian, seberapa jauh ketegasan penerapan pengendalian formal di seluruh organisasi, serta macam kegiatan-kegiatan internal), di mana organisasi berada dan beropersi.

2.   Besarnya kecenderungan organisasi, atau bagian-bagiannya, untuk lepas kendali. Kecenderungan ini berkaitan dengan karakter para karyawan, rentang tanggung jawab manajer, struktur organisasi, kualitas kepemimpinan organisasi, tingkat pengetahuan karyawan akan pekerjaannya, sifat proses produksi, kepekaan organisasi terhadap kejadian-kejadian luar, dan sejumlah besar pertimbangan-pertimbangan serupa lainnya.

3.   Kelengkapan sarana dan teknik pengendalian yang tersedia untu mengamati, menilai, dan mengubah berbagai kecenderungan kegagalan organisasi dalam mencapai tujuannya. Ini meliputi alat-alat yang spesifik dan sesuai serta terkoordinasi yang berfungsi sebagai suatu sistem pengendalian bagi keseluruhan organisasi.

Kondisi-kondisi ini, yang dapat dievaluasi dengan sistem pengendalian strategik, akan mempengaruhi macam struktur dan strategi yang digunakan organisasi untuk mencapai tujuannya. Pengendalian organisasi bertujuan mengimplementasikan strategi-strategi ini dengan mengarahkan manusia serta sumber daya lainnya sehingga tujuan organisasi tercapai.

Pengendalian organisasi secara keseluruhan, di pihak lain, jauh lebih rumit daripada contoh-contoh terdahulu. Pengendalian ini membutuhkan sistem pengendalian manajemen, suatu istilah yang menunjukkan bahwa pengendalian organisasi dilakukan melalui manajer-manajer. Beberapa kondisi membuat pengendalian manajemen merupakan sistem pengendalian yang rumit, yaitu:

1.   Organisasi terdiri atas berbagai departemen, divisi, dan kelompok, masing-masing dengan tingkat otonomi tertentu, yang menghendaki agar sistem pengendalian mengkoordinasi, memotivasi, dan memperbaiki kesalahan-kesalahan dan ketiak-beresan sehingga manajer-manajer setiap unit bekerja untuk mencapai tujuan organisasi secara keseluruhan, bukan tujuan mereka sendiri-sendiri.

2.   Standar yang digunakan untuk menilai unjuk kerja organisasi tidak ditentukan oleh kondisi luar. Sampai batas yang cukup jauh, tujuan organisasi ditentukan oleh pimpinan organisasi. Perencanaan dilakukan dalam menentukan baik tujuan maupun prosesyang harus digunakan organisasi untuk mencspainya. Yang terakhir ini, khususnya, mengaitkan pengendalian dengan perencanaan begitu eratnya sehingga untuk banyak kepentingan keduanya dapat dipandang sebagai satu proses.

3.   Pengendalian manajemen meliputi baik pengendalian formal maupun informal. Di atas proses-proses pengendalian formal, terdapat pengendalian motivasi informal yang mendorong para manajer dan karyawan untuk terus menjaga agar organisasi bergerak maju menuju sasaran yang telah ditetapkan.

Sistem pengendalian informal, yang adakalanya tercermin dalam kebijakan-kebijakan tak tertulis organisasi, merupakan bagian dari budaya pngendalian organisasi. Budaya ini dapat mencakup proses-proses yang tak terucapkan untuk memotivasi para manajer guna mengambil tindakan-tindakan yang dikehendaki, dan mencegah serta memperbaiki aryawan dan unit-unit organisasi dari tindakan-tindakan yang tidak layak.

Proses Pengendalian

Proses pengendalian manajemen meliputi tiga tahap : tindakan perencanaan, pelaksanaan tindakan, dan evaluasi tindakan. Tahap-tahap ini dapat terjadi sebelum, selama, atau setelah suatu tindakan atau kejadian. Selain itu, ketiga tahap ini terjadi di berbagai tingkat dalam suatu organisasi, dari tingkat manajemen puncak sampai ke unit operasi terkecil.

Tiga macam proses perencanaan dan pengendalian yang digunakan dalam organisasi: pengendalian strategik, manajemen, dan tugas. Pada bagian ini, kita akan membahas perbedaan ketiganya. Tujuannya adalah menetapkan batas-batas sistem pengendalian manajemen dan membedakan sistem-sistem ini dari proses pengendalian manajemen.

  1. Perencanaan dan pengendalian strategik adalah proses memutuskan dan mengevaluasi tujuan organisasi, serta formulasi dan reformulasi strategi-strategi umum yang digunakan dalam mencapai tujuan-tujuan ini. Proses ini menggunakan metode-metode yang berbeda dengan yang digunakan untuk pengendalian manajemendan pengendalian tugas.
  2. Pengendalian manajemen adalah proses yang dilakukan manajemen untuk memastikan bahwa organisasi melaksanakan strategi-strateginya.
  3. Pengendalian tugas adalah proses untuk memastikan bahwa tugas-tugas tertentu telah dilaksanakan secara efektif dan efisien.

Ketiga proses ini tidak dapat dipisahkan secara tegas; yang satu bertumpang tindih dengan yang lain. Strategi merupakan pedoman bagi pengendalian manajemen, dan pengendalian manajemen merupakan pedoman bagi pengendalian tugas.

Pengendalian Manajemen

Pengendalian manajemen terutama adalah proses untuk memotivasi dan memberi semangat orang-orang yang melaksanakan kegiatan-kegiatan demi mencapai tujuan organisasi. Ini juga merupakan proses untuk mendeteksi dan mengoreksi kesalahan-kesalahan unjuk kerja yang tidak disengaja serta ketidak beresan yang disengaja, seperti pencurian ataupun penyalah-gunaan sumber daya.

Proses. Pengendalian manajemen mencakup sistem pengendalian manajemen yang terdiri atas tataan organisasi, wewenang, tanggung jawab, dan informasi untuk memungkinkan pelaksanaan pengendalian dan untuk memproses sekumpulan tindakan yang memastikan bahwa organisasi bekerja untuk mencapai tujuannya.

Manajer. Pengendalian manajemen adalah alat bagi para manajer, yang menggunakannya dalam interaksi di antara mereka dan dengan bawahan. Ini adalah proses yang berorientasi kepada manusia. Manajer-manajer ini merupakan titik fokus dalam pengendalian manajemen. Mereka menyusun rencana untuk mengimplementasikan strategi dan mencapai tujuan, dan merekalah orang-orang yang harus mempengaruhi orang lain dan yang unjuk kerjanya diukur. Pejabat-pejabat staf organisasi mengumpulkan, menyarikan, dan menyajikan informasi yang berguna dalam proses ini, dan mereka membuat perhitungan-perhitungan yang menerjemahkan pertimbangan-pertimbangan manajemen ke dalam format sistem.

Karena fokusnya adalah pada manusia dan implementasi rencana, pengendalian manajemen membutuhkan pertimbangan-pertimbangan psikologis yang kuat. Kegiatan-kegiatan seperti komunikasi, membujuk, menasehati, memberi semangat, dan mengkritik merupaakan bagian penting dari proses ini.

Tujuan. Tujuan-tujuan organisasi ditetapkan sebelum proses perencanaan strategik. Tujuan-tujuan ini biasanya tidak dikaitkan dengan waktu dan tidak mengenal batas waktu, meskipun informasi yang diperoleh selama proses pengendalian strategik dapat menyebabkan terjadinya perubahan tujuan. Setelah tujuan organisasi ditetapkan, proses perencanaan strategik dapat digunakan untuk mengembangkan strategi-strategi dalam bentuk cara mencapai tujuan.

Efisiensi dan efektivitas. Pengendalian manajemen memanfaatkan pengendalian tugas untuk memastikan unjuk kerja yang efektif dan efisien di tingkat tugas. Efektivitas diartikan sebagai kemmpuan suatu unit untuk mencapai tujuan yang diinginkan, sedangkan efisiensi menggambarkan berapa banyak masukan yang diperlukan untuk menghasilkan satu unit keluaran tertentu. Unit organisasi yang paling efisien adalah unit yang dapat menghasilkan sejumlah keluaran terbanyak denagn masukan yang tersedia.

Efektivitas selalu berkaitan dengan tujuan organisasi. Efisiensi sendiri belum tentu terkait dengan tujuan tertentu. Unit organisasi yang efisien adalah unit yang melakukan apapun dengan penggunaan sumber daya minimal; tetapi jika yang dilakukannya – keluarannya – tidak mencapai tujuan organisasi, unit tersebut tidak efektif.

Manajer-manajer senior menggunakan sistem pengendalian manajemen untuk mendeteksi situasi-situasi lepas kendali, bila operasi organisasi tidak efisien atau tidak efektif, dan untuk meyakinkan diri sendiri bahwa organisasi telah melaksanakan strateginya secara efektif dan efisien. Proses pemastian ini penting bagi manajer terutama karena, ketika mereka bertindak sebagai manajer, mereka tidak mengerjakan pekerjaan itu sendiri. Fungsi mereka adalah memastikan bahwa pekerjaan telah dilakukan oleh orang lain; dan bila mereka tidak dapat mengamati pekerjaan yang edang dilakukan orang lain itu, mereka memerlukan pemastian dari sistem pengendalian manajemen bahwa pekerjaan tersebut memang sedang dilaksanakan.

Karakteristik dari sistem pengendalian manajemen. Pengendalian manajemen meliputi baik tindakan-tindakan untuk menuntun dan memotivasi usaha guna mencapai tujuan organisasi maupun tindakan-tindakan untuk mengoreksi unjuk kerja yang tidak efektif dan tidak efisien.

Sistem pengendalian manajemen yang berbeda diperlukan untuk situasi yang berbeda, tetapi semuanya mempunyai karakteristik berikut:

1.   Sistem pengendalian manajemen difokuskan pada program dan pusat-pusat tanggung jawab. Program adalah kegiatan-kegiatan yang menyangkut produk, lini produk, riset, dan pengembangan, atau kegiatan-kegiatan serupa yang dilakukan organisasi untuk mencapai tujuannya. Pusat pertanggung jawab unit organisasi yang dipimpin seorang manajer yang bertanggung jawab.

2.   Informasi yang diproses pada sistem pengendalian manajemen terdiri atas dua macam; (a) data terencana dalam bentuk program, anggaran, dan standar, dan (b) data aktual mengenai apa yang telah atau sedang terjadi, baik di dalam maupun diluar organisasi.

3.   Sistem pengendalian manajemen merupakan sistem organisasi total dalam arti bahwa sistem ini mencakup semua aspek dari operasi organisasi. Fungsinya adalah membantu manajemen menjaga keseimbangan semua bagian operasi dan mengoperasikan organisasi sebagai suatu kesatuan yang terkoordinasi.

4.   Sistem pengendalian manajemen biasanya berkaitan erat dengan struktur keuangan, di mana sumber daya dan kegiatan-kegiatan organisasi dinyatakan dalam satuan moneter.

5.   Aspek-aspek perencanaan dari sistem pengendalian manajemen cenderung mengikuti pola dan jadwal tertentu.

6.   Sistem pengendalian manajemen adalah sistem yang terpadu dan terkoordinasi di mana data yang terkumpul untuk berbagai kegunaan dipadukan untuk saling dibandingkan setiap saat pada setiap unit organisasi.

Perencanaan dan Pengendalian Strategik

Pengendalian manajemen menyangkut implementasi strategi. Pengendalian strategik mengacu pada pemeliharaan kondisi lingkungan dari strategi. Kedua jenis pengendalian ini banyak memanfaatkan informasi umpan balik, tetapi informasi umpan balik pada pengendalian strategik digunakan untuk mengevaluasi latar belakang dari strategi-strategi sedang berjalan serta asumsi-asumsi lingkungan yang menjadi dasar perumusan-ulang strategi. Pengendalian manajemen lebih banyak menekankan pada pengendalian variabel-variabel intern, sedangkan pengendalian strategik seringkali mengurusi perubahan-perubahan pada variabel-variabel ekstern terhadap mana organisasi harus menyesuaikan diri. Sejauh variabel-variabel ektern dapat dikendalikan oleh organisasi, perbedaan antara metode pengendalian strategi dan metode pengendalian manajemen cenderung memudar. Namun, kedua jenis pengendalian ini harus dipandang sebagai dua fungsi yang terpisah agar kemampuan-kemampuan manjerial yang berbeda dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Perencanaan strategik adalah proses untuk merumuskan kegiatan-kegiatan jangka panjang yang mencakup baik penetapan tujuan maupun kebijakan  pengarah  dan  strategi

untuk mencapai tujuan tersebut.

Sekali keputusan dan rumusan perencanaan strategik ditetapkan, pengendalian manajemen bertugas memastikan agar kebijakan dan strategi ini dilaksanakan. Bila organisasi bekerja sesuai dengan arahan kebijakan dan strategi tersebut, organisasi dikatakan “terkendali” Bila tidak, dikatakan “lepas kendali”.

Perbedaan antara pengendalian manajemen dengan perencanaan dan pengendalian strategik. Perencanaan strategik mendahului proses pengendalian manajemen. Proses pengendalian manajemen menganggap bahwa strategi telah ditetapkan (tertentu) dan mengembangkan suatu sitem untuk mengimplementasikannya. Pengendalian strategik biasanya mendahului tetapi mungkin juga mengikuti proses pengendalian manajemen jika tujuan organisasi tidak tercapai, meskipun strategi telah dilaksanakan secara efektif dan efisien.

Proses perencanan strategik pada dasrnya bersifat tidak reguler, sedangkan pengendalian manjemen merupakan proses yang cukup sistematik dan kontinu.

Kebanyakan informasi untuk pengendalian manajemen dikembangkan secara internal dalam bentuk tindakan-tindakan ekonomis dan psikologis yang dapat digunakan untuk menyemangati, menuntun, dan mengoreksi tindakan-tindakan para manajer.

Proses pengendalian manajemen dan proses perencanaan strategik cenderung bertumpang-tindih sewaktu-waktu, tetapi macam alat analisis yang digunakan, macam pemikiran yang diperlukan, dan sumber informasi yang digunakan berbeda dan perlu secara jelas dibedakan.

Pengendalian Tugas

Pengendalian tugas diartikan sebagai pengendalian secara rinci prosedur-prosedur pekerjaan individual. Sistem ini terdiri dari tiga bagian yang saling berkaitan.

  1. Identifikasi titik-titik kegiatan di bidang-bidang seperti penjadwalan, tingkat sediaan, dan tugas-tugas lain di mana penyimpangan dari rencana mungkin terjadi. Ini akan bergantung pada tingkat risiko penyimpangan dan biaya untuk melaksanakan pengendalian tugas.
  2. Pemilihan teknik dan metode pengendalian yang sesuai untuk setiap bidang, titik, atau kegiatan yang teridentifikasi untuk mencegah atau memperbaiki penyimpangan dari rencana. Teknik dari metode yang berbeda digunakan untuk situasi yang berbeda.
  3. Peninjuan yang terus menerus untuk memastikan bahwa sistem cukup memdai untuk pengendalian dan bahwa para karyawan tidak mengabaikan sistem pengendalian ini.

Setiap kegiatan dalam proses melaksanakan suatu tugas merupakan titik pengendalian yang mugkin untuk mengevaluasi unjuk kerja pelaksanaan tugas tersebut.

Perbedaan antara pengendalian manajemen dan pengendalian tugas

Pengendalian manajemen dan pengendalian tugas mempunyai beberapa kesamaan. Keduanya membutuhkan lingkungan pengendalian internal yang mendukung kerjasama, efisiensi, kompetensi, kejujuran, dan kepercayaan terhadap organisasi. Kekakuan yang dibutuhkan keduanya bervariasi bergantung pada ketidak-pastian internal dan kemungkinan penyimpangan dari tujuan organisasi. Keduanya membutuhkan penggunaan alat dan teknik pengendalian yang berbeda sesuai dengan lingkungan dan ketidak-pastian yang dihadapi organisasi.

Perbedaan dari keduanya yaitu; pengendalian manajemen digunakan untuk mengendalikan keseluruhan organisasi sedangkan tiap-tiap prosedur pengendalian tugas dirancang khusus untuk kebutuhan suatu unit dalam organisasi. Pengendalian manajemen bertolak dari strategi, sedangkan pengendalian tugas bertolak dari seperangkat prosedur dan aturan.

Teknik-teknik yang digunakan dalam pengendalian manajemen untuk mengevaluasi jarang sekali yang sifatnya presisi, sehingga sukar pula memastikan bahwa kegiatan-kegiatan telah berjalan sesuai dengan yang diinginkan.

Pengendalian manajemen, yang berorientasi kepada manusia, lebih diarahkan untuk membantu para manajer melaksanakan strategi-strategi organisasi daripada untuk mengoreksi unjuk kerja agar sesuai dengan standar unjuk kerja tertentu.

Pengendalian manajemen terutama mengendaliakan manusia, pengendalian tugas terutama mengendalikan benda. Dalam pengendalian manajemen, pertimbangan psikologis dominan. Sistem pengendalian manajemen tidak secara langsung atau dengan sendirinya beraksi tanpa intervensi manusia.

Sistem pengendalian manajemen formal biasanya disusun sesuai dengan strukturu keuangan dan  menggunakan  ukuran-ukuran  keuangan  untuk  pengendalian,  sedangkan

pengendalian tugas seringkali tidak menggunakan satuan uang.

Banyak dari informasi dalam suatu sistem pengendalian manajemen terdiri atas ikhtisar  atau   kumpulan   beberapa   transaksi;   biaya   produksi   untuk   sebulan,  status

sekelompok barang sediaan, dan biaya pemeliharaan total.

Keberhasilan proses pengendalian manajemen bergantung pada kualifikasi para manajer; namun demikian, pemilihan, penempatan, dan promosi personil, yang biasanya berada di luar sistem pengendalian manajemen formal, digunakan untuk memastikan bahwa hanya manajer-manajer yang memiliki kemampuan pertimbangan yang baik, pengetahuan yang memadai, dan kemampuan untuk mempengaruhi orang lainlah yang mendapat tanggung jawab untuk menuntun dan mengarahkan organisasi menuju sasarannya.

Perbedaan antara pengendalian manajemen dan pengendalian akuntasi intern

Gagasan mengenai pegendalian akuntansi intern untuk laporan-laporan akuntansi publik telah digunakan selama bertahun-tahun dalam organisasi-organisasi usaha. Cakupan kegiatannya dan jumlah orang yang dilihat telah semakin besar di tahun-tahun terakhir karena pengendalian ini telah pula digunakan oleh beberapa organisasi sebagai pengganti pengendalian manajemen. Sekarang, auditor intern telah merupakan bagian dari proses pengendalian yang digunakan oleh organisasi-organisasi besar. Secara tradisional, sistem pengendalian akuntansi menekankan pada tindakan-tindakan untuk mencegah kesalahan dan ketidak beresan.

Pengendalian manajemen diarahkan ke segi yang lebih positif. Pengendalian ini bertujuan mendorong, membantu, dan memotivasi manajer dan karyawan untuk melaksanakan strategi organisasi dan untuk mematuhi kebijakan organisasi dalam pelaksanaan tersebut. Pengendalian manajemen, tidak terlalu menekankan pada pencarian dan perbaikan kesalahan dan ketidak-beresan.

Auditor intern membantu usaha-usaha untuk mengembangkan dan memadukan pengendalian akuntansi dengan perencanaan manajemen sampai pengendlian akuntansi dan auditing terintegrasi sebagai bagian dari proses pengendalian manajemen. Untuk melakukan ini mungkin diperlukan auditor ektern guna mengaudit bukan hanya kesesuaian dengan standar akuntansi, melainkan juga efisiensi dan efektivitas perencanaan, pengkoordinasian, dan unjuk kerja organisasi. Usaha lainnya juga telah dilakukan untuk menyesuaikan pengendalian akuntansi intern dengan pengendalian tugas.

Tinjauan Sistem Pengendalian Manajemen

Struktur

Struktur pengendalian manajemen dipusatkan pada berbagai macam pusat tanggung jawab. Pusat tanggung jawab adalah suatu unit organisasi yang dikepalai oleh seorang manajer yang bertanggung jawab. Pusat-pusat ini dikelompokan berdasarkan sejauh mana masukan dan keluaran yang menjadi tanggung jawab manajer pusat diukur dalam satuan moneter.

Proses

Mayoritas proses pengendalian manajemen melibatkan komunikasi dan interaksi informal di kalangan manajer dan karyawan. Komunikasi informal terjadi melalui memo, rapat, percakapan, bahkan melalui isyarat-isyarat seperti ekspresi wajah. Walaupun kegiatan informal ini sangat penting dalam pengendalian manajemen, sulit untuk diuraikan secara sistematis. Disamping pengendalian informal, kebanyakan perusahaan mempunyai sistem pengendalian formal, yang meliputi tahap-tahap pemograman, penganggaran, operasi dan pengukuran, serta pelaporan dan analisis, yang saling berkaitan.

Pemograman. Pemograman adalah proses memilih program spesifik untuk kegiatan-kegiatan organisasi. Program-program ini yang merupakan hasil dari proses pemograman memperlihatkan, mana, kapan, dan berapa banyak sumber daya akan digunakan untuk tiap-tiap program. Program menunjukkan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan organisasi dalam rangka pelaksanaan strateginya. Pada perusahaan yang berorientasi kepada laba, setiap produk atau lini produk adalah program. Kegiatan riset dan pengembangan mungkin juga merupakan program. Inti dari suatu program adalah seperangkat  tindakan  yang  menuju  kepada  produksi  atau  distribusi  keluaran  berupa

barang atau jasa dengan menggunakan sumber daya dari satu atau lebih unit organisasi.

Penganggaran. Anggaran operasi suatu organisasi merupakan rencana tindakannya, biasanya dinyatakan dalam satuan uang, untuk periode tertentu, biasanya satu tahun. Dalam proses penganggaran, anggaran umumnya, disusun dengan menggabungkan anggaran-anggaran divisi dan departemen, yang merupakan tanggung jawab manajer divisi atau departemen. Sebagai bagian dari proses ini, masing-masing program diterjemahkan ke dalam kegiatan-kegiatanyang berkaitan dengan tanggung jawab manajer dari setiap pusat tanggung jawab untuk periode tersebut. Tiap-tiap manajer bertugas melaksanakan suatu program atau sebagian program. Walaupun alat pelaksanaan strategi pada mulanya dikembangkan sebagai program-program, dalam proses penganggaran program-program ini diterjemahkan ke dalam bentuk tugas-tugas pusat tanggung jawab. Proses penyusunan anggaran pada dasarnya merupakan ajang negosiasi antara manajer pusat tanggung jawab dengan atasannya untuk menetukan apa yang akan dilakukan manajer dan dengan cara bagaimana. Hasil akhir dari negosiasi ini adalah pernyataan yang telah disahkan mengenai pendapatan dan pengeluaran yang diharapkan selama tahun anggaran untuk setiap pusat tanggung jawab dan untuk organisasi secara keseluruhan.

Operasi dan pengukuran. Selama periode operasi aktual, dilakukan pencatatan tentang sumber daya yang secara aktual digunakan, dinyatakan dalam bentuk biaya, serta mengenai pendapatan yang secara aktual diperoleh. Catatan ini sudah sangat terstruktur sehingga data biaya dan pendapatan terkelompok baik menurut program maupun menurut pusat tanggung jawab. Data yang dikelompokkan menurut program digunakan sebagai dasar untuk pemograman yang akan datang, sedangkan data yang dikelompokkan menurut pusat tanggung jawab digunakan untuk mengukur unjuk kerja atau prestasi manajer pusat tanggung jawab. Untuk kepentingan yang terakhir ini, data tentang hasil aktual dilaporkan dengan cara sedemikian hingga dapat dibandingkan langsung dengan cara seperti yang tertuang dalam anggaran.

Pelaporan dan analisis. Sistem pengendalian manajemen berfungsi sebagai alat komunikasi. Informasi yang dikomunikasikan terdiri atas data akuntansi dan non-akuntansi, dihasilkan baik dari dalam maupun dari luar organisasi. Informasi ini membuat manajer mengetahui apa yang sedang terjadi guna memastikan bahwa pekerjaan yang dilakukan oleh berbagai pusat tanggung jawab yang terpisah-pisah terkoordinasi dengan baik.

PENGETAHUAN BISNIS SI320

MATERI PERKULIAHAN
[google-drive-embed url=”https://docs.google.com/a/raharja.co/document/d/1KTetNAaTSnooRbwLtAbLy5uQHzdM00FFlwNAB9cAYUo/preview” title=”MATERI PENGETAHUAN BISNIS” icon=”https://drive-thirdparty.googleusercontent.com/16/type/application/vnd.google-apps.document” width=”100%” height=”400″ style=”embed”]

SATUAN ACARA PERKULIAHAN
[google-drive-embed url=”https://docs.google.com/a/raharja.co/document/d/1xj9VQ8UqDxWOdQqOTNLN5UHey5TRM_k0C1mmrEhofe0/preview” title=”SAP PENGETAHUAN BISNIS” icon=”https://drive-thirdparty.googleusercontent.com/16/type/application/vnd.google-apps.document” width=”100%” height=”400″ style=”embed”]

SILABUS
[google-drive-embed url=”https://docs.google.com/a/raharja.co/document/d/1FVpJVZbQ_DUYOTWNoBIjjrAVViTziNElHGl8_1gZClM/preview” title=”SILABUS PENGETAHUAN BISNIS” icon=”https://drive-thirdparty.googleusercontent.com/16/type/application/vnd.google-apps.document” width=”100%” height=”400″ style=”embed”]

MAHASISWA PENGETAHUAN BISNIS SI320

Semester Genap 2016/2017

NO NIM NAMA
1 1514489024 Euis Melinda
2 1512491506 Fransisca Angelica Rahardja
3 1511490411 Putri Nury Islamia
4 1714497475 Fitria Supyaningsih
5 1312476374 Ajeng Ananda
6  1411483005  Mutholai
7
8
9
10

 

MATERI KULIAH SI320 PENGETAHUAN BISNIS

KETERANGAN KETERANGAN
PERTEMUAN1 PERTEMUAN8
PERTEMUAN2 PERTEMUAN9
PERTEMUAN3 PERTEMUAN10
PERTEMUAN4 PERTEMUAN11
PERTEMUAN5 PERTEMUAN12
PERTEMUAN6 PERTEMUAN13
PERTEMUAN7 PERTEMUAN14

Assignment 10

Prepare freeform answer for Assignment 10

Kerjakan Soal Dibawah ini :

1. Apa yang dimaksud dengan pengertian Lingkungan Perusahaan  (business environment) ?

2. Pengertian NILAI (VALUE) DILIHAT DARI SUDUT  PANDANG KONSUMEN DAN PERUSAHAAN

3. LINGKUNGAN PERUSAHAAN DAPAT DIBAGI KEDALAM DUA JENIS YAITU?

4. APA YANG DIMAKSUD DENGAN FUNGSI ORGANISASI..?

5. APA YANG DIMAKSUD DENGAN KEKUATAN EKONOMI  MAKRO ?

STATUS: TERCAPAI 

KETERANGAN: SUDAH MENGERJAKAN

PEMBUKTIAN:

1. Apa yang dimaksud dengan pengertian Lingkungan Perusahaan  (business environment) ?

Lingkungan perusahaan (Business Environment) adalah kekuatan-kekuatan yang mempengaruhi, baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap kinerja perusahaan. Pengertian lain tentang lingkungan diungkapkan oleh Robbins dan Coulter (1999) bahwa lingkungan merujuk pada lembaga-lembaga atau kekuatan-kekuatan di luar perusahaan tersebut dan secara potensial mempengaruhi kinerja perusahaan.

Para ahli mengelompokkan lingkungan perusahaan menjadi dua, yaitu lingkungan langsung dan tidak langsung. Beberapa penulis mengelompokkan lingkungan perusahaan menjadi lingkungan makro dan mikro. Dalam hal ini akan dijelaskan pembagian lingkungan perusahaan menurut Porter (1980) yang membagi lingkungan perusahaan menjadi dua, yaitu lingkungan eksternal dan internal.

1. Lingkungan Eksternal

Lingkungan ekksternal dikategorikan menjadi dua, yaitu :

a. Lingkungan Umum

Lingkungan umum merupakan lingkungan yang secara tidak langsung telah mempengaruhi kinerja perusahaan dan sebagian besar dipengaruhi oleh faktor ini. Yang termasuk dalam komponen lingkungan umum yaitu :

  • Demografi
  • Ekonomi
  • Alam
  • Teknologi
  • Politik
  • Sosial dan Budaya

b. Lingkungan Industri

Porter (1980) mengemukakan bahwa aspek lingkungan industri lebih mengarah pada aspek persaingan yang ada di sekitar perusahaan. Hal ini mengakibatkan, faktor-faktor yang mempengaruhi persaingan, seperti ancaman-ancaman dan kekuatan yang dimiliki perusahaan termasuk persaingan itu sendiri, menjadi sangat perlu untuk dianalisis. Porter mengungkapkan suatu konsep competitive strategy yang menganalisis bisnis berdasarkan lima aspek dan satu aspek pelengkap. Keenam aspek yang membentuk strategi bersaing ini adalah :

  • Ancaman masuk pendatang baru
  • Persaingan sesama perusahaan dalam industri
  • Ancaman dari produk pengganti
  • Kekuatan tawar pembeli
  • Kekuatan tawar pemasok
  • Pengaruh kekuatan pemegang saham (stakeholder) lainnya.

2. Lingkungan Intenal

Lingkungan internal adalah kekuatan-kekuatan yang berada didalam perusahaan dan masih dapat dikontrol oleh perusahaan. Lingkungan internal berpengaruh dalam kompetensi atau kinerja sebuah perusahaan. Kekuatan-kekuatan yang terdapat di dalam perusahaan meliputi : pekerja, dewan komisaris, dan pemegang saham.

Pendekatan dalam Melihat Bisnis dan Lingkungannya

Kesempatan bisnis maupun bisnis akan selalu dipengaruhi lingkungan. Hubungan antara bisnis dan lingkungan sangat erat. Perusahaan yang tidak mampu bertahan dalam perubahan lingkungan, maka akan tersingkirkan dari kancah persaingan bisnis. Hubungan antara bisnis dengan lingkungannya kemudian ditelaah oleh para usahawan. Pada awalnya para usahawan menelaah secara tradisional, yaitu mereka beranggapan bahwa bisnis lah yang merupakan hal terpenting atau sentralnya dan lingkungan yang berada di sekelilingnya, pandangan tersebut biasa disebut dengan orientasi produsen (Producer oriented Aproach). Pada zaman itu pandangan tersebut sangat pas, karena pada saat itu keadaannya  disebut dengan seller’s market, yaitu produsen masih langka dan apapun barang yang dihasilkan akan laku terjual. Akan tetapi keadaan seperti ini berubah, pengusaha semakin banyak dan konsumen pun lebih selektif dalam memilih barang yang akan dibelinya. Sehingga persaingan antar pengusaha pun sangat ketat. hanya pengusaha yang mampu menyesuaikan diri dengan konsumen yang dapat bertahan. Maka keadaan ini disebut sebagai buyer’s market. yaitu pembeli lah yang mengatur segalanya dan bukan penjual. Maka muncullah istilah “pembeli adalah raja”. Dalam hal ini, siapa yang dapat mendekati konsumen, maka ia dapat bertahan dalam persaingan bisnis. Sehingga penjual harus dapat memilih lingkungan yang tepat. Maka dalam hal ini konsumen lah yang menjadi sentral, sedangkan pebisnis maupun pengusaha dan penjual berada di sekelilingnya, jadi dapat disebut orientasi pada konsumen (Consumer oriented aproach).

2. Pengertian NILAI (VALUE) DILIHAT DARI SUDUT  PANDANG KONSUMEN DAN PERUSAHAAN

  • Dari sudut pandang Konsumen

Nilai suatu produk akan memiliki nilai yang semakin tinggi apabila dengan harga yang sama, konsumen memperoleh produk yang memiliki kualitas dan Feature yang lebih baik.

V= Q + F

P

Dimana  V  adalah Value

Q adalah  Quality sebagaimana dipersepsikan oleh konsumen.

F adalah  Feature produk yang diangap memiliki value oleh konsumen.

P adalah Price ( harga beli produk oleh konsumen)

  • Dari sudut pandang Perusahaan

Selisih antara kesediaan pembeli untuk membayar  harga suatu produk dengan biaya yang dikeluarkan perusahaan  untuk memproduksi barang dan jasa sampai menyediakan barang dan jasa tersebut ditempat pembeli membutuhkan.

 

  1. Lingkungan Perusahaan dapat dibagi kedalam dua jenis yaitu?
  • Lingkungan khusus (Specific environment)

Terdiri dari para pemegang kepentingan diluar perusahaan (Outside stakeholders) yang secara langsung mempengaruhi  kemampuan organisasi untuk memperoleh sumber daya ekonomi sehingga dapat mempengaruhi kinerja perusahaan.

  • Lingkungan Umum Perusahaan

Terdiri dari berbagai kekuatan yang akan mempengaruhi perusahaan –perusahaan  secara umum dan mempengaruhi kemampuan perusahaan-perusahaan tersebut untuk memperoleh sumber daya ekonomi.

  1. Apa yang dimaksud dengan Fungsi Organisasi?
  • Lingkungan Perusahaan dengan mengunakan Fungsi-fungsi Organisasi sebagai Unit Analisis.
  • Fungsi organisasi :
  1. Untuk memberikan arahan dan pemusatan kegiatan organisasi, mengenai apa yang seharusnya dilakukan dan tidak dilakukan oleh organisasi.
  2. Dapat meningkatkan kemampuan anggota organsasi dalam mendapatkan sumber daya dan dukungan dari lingkungan masyarakat.
  3. Dapat memberikan pengetahuan yang baru kepada anggotanya.

5. Apa yang dimaksud dengan Kekuatan ekonomi  makro?

  • Kekuatan ekonomi memiliki pengaruh makro terhadap kinerja perusahaan yang ada di Indonesia secara keseluruhan.
  • Teori Ekonomi Makro adalah salah satu cabang ilmu yang mempelajari peristiwa atau masalah-masalah ekonomi secara keseluruhan atau secara agregatif.
  • Ilmu ekonomi makro merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang mengkhususkan mekanisme bekerjanya perekonomian secara keseluruhan.
  • Tujuan ilmu ekonomi makro adalah untuk memahami peristiwa ekonomi dan untuk memperbaiki kebijakan ekonomi.
  • Hubungan yang dipelajari pada ilmu ekonomi makro adalah hubungan variabel keseluruhan.
  • Variabel-variabel itu diantaranya: tingkat pendapatan nasional, konsumsi rumah tangga, investasi nasional, tingkat tabungan, belanja pemerintah, tingkat harga-harga umum, jumlah uang yang beredar, tingkat bunga, kesempatan bekerja, neraca pembayaran, dan lain- lain

Assignment 9

Prepare freeform answer for Assignment 9

Kerjakan Soal Dibawah ini, laporkan melalui SKUP Class..

1. Sumber Daya Manusia terdiri 2 tugas utama , sebutkan ?

2. Apa yang dimaksud dengan sumber daya manusia ?

3. Sebutkan Penyusunan Staf dalam Organisasi ?

4.  OSHA menetapkan sejumlah pedoman dalam 2 bidang umum?

5. Apa yang dimaksud dengan Sistem kompensasi ?

Status: Tercapai 

Keterangan: Sudah Mengerjakan 

Pembuktian:

1. Sumber Daya Manusia terdiri 2 tugas utama, antara lain:

  1. Analisis Pekerjaan (Job analysys), Merupakan suatu evaluasi dari tugas-tugas yang dibutuhkan oleh suatu pekerjaan tertentu dan kualitas yang diperlukan untuk melakukanya. Dari analisis pekerjaan , seorang manejer mengembangkan suatu diskripsi pekerjaan yaitu suatu pernyataan yang meringkas tujuan ,tugas dan tanggung jawab suatu pekerjaan.
  2. Forecasting, para manajer harus memprediksi kebutuhan pengkaryaan dimasa mendatang, baik kebutuhan akan berbagai karyawan yang berbeda dan juga persediaan nyata dari karyawan-karyawan tersebut.

 

2.Sumber Daya Manusia (SDM) adalah salah satu faktor yang sangat penting bahkan tidak dapat dilepaskan dari sebuah organisasi, baik institusi maupun perusahaan. SDM juga merupakan kunci yang menentukan perkembangan perusahaan.

Secara umum, pengertian sumber daya manusia dapat dibagi menjadi dua, yakni sumber daya manusia secara makro dan mikro. Pengertian sumber daya manusia makro adalah jumlah penduduk usia produktif yang ada di sebuah negara, sedangkan pengertian sumber daya manusia mikro lebih mengerucut pada individu yang bekerja pada sebuah institusi.

Sementara itu, pengertian sumber daya manusia menurut para ahli memiliki arti yang lebih beragam. Menurut Malayu Hasibuan, sumber daya manusia merupakan kemampuan terpadu dari daya pikir dan daya fisik yang dimiliki individu. Kemampuan sumber daya manusia tidak dapat dilihat dari satu sisi saja, namun harus mencangkup keseluruhan dari daya pikir dan juga daya fisiknya.

 

3.Penyusunan Staf dalam Organisasi, antara lain:

A. Penyusunan Staf External.

  1. Perekrutan, Langkah pertama dalam mempekerjakan karyawan baru adalah merekrut sekelompok pelamar yang tertarik dan memenuhi persyaratan posisi yang tersedia.
  2. Seleksi, setelah usaha perekrutan berhasil menarik para pelamar, manajer harus mengevaluasi tiap individu dan memilih kandidat yang terbaik.

Urut-urutanya adalah:

  1. Pelatihan kerjaLamaran dan resume
  2. Wawancara saringan (Screening interview)
  3. Tes kemampuaan dan tes keterampilan
  4. Uji dan Ujian fisik

B. Penyusunan Staf Internal :Promosi

1.Sistem promosi tertutup, system dengan manejer , seringkali secara informal, memutuskan karyawan mana yang dipertimbangkan mendapat promosi.

2.Sistem promosi terbuka, system dengan karyawan melamar,diuji,dan diwawancara sehubungan dengan pekerjaan yang tersedia yang diumumkan secara terbuka.

C. Mengembangkan Angkatan Kerja

  1. Orientasi: Tujuan dari orientasi adalah membantu karyawan untuk belajar mengenai perusahaan.
  1. Pelatihan dan Pengembangan: Dibanyak perusahaan, baik karyawan baru maupun lama secara berkala menerima pelatihan tambahan.

On-the-job training, Pelatihan , kadangkala informal, yang dilakukan sewaktu seorang karyawan sedang bekerja.

Off-the-job training, pelatihan yang dilaksanakan dalam lingkungan yang terkontrol jauh dari lokasi kerja.

Pengembangan Manajemen, tidak seperti pelatihan kerja, yang berfokus pada keahlian teknis. Program pengembangan manajemen meningkatkan kealian konseptual,analitis, dan pemecahan masalah dari personel manajemen.

D. Penilaian Kinerja

Penilaian kinerja dirancang untuk memperlihatkan sejauh mana para pekerja berhasil melakukan pekerjaan mereka. Proses appraisal dimulai ketika seorang manajer menentukan standar kerja untuk seorang karyawan. Bila standarnya jelas , manajer tidak akan mempunyai banyak kesulitan dalam membandingkan antara pengharapan dengan kinerja.

 

4. OSHA menetapkan sejumlah pedoman dalam 2 bidang umum?

Keselamatan para pekerja dalam pekerjaan telah diatur melalui perundangan Occupational safety and Healt Administration (OSHA), merupakan salah satu undang-undang yang paling besar ruang lingkupnya. Undang-undang ini mencakup semua perusahaan dengan satu atau lebih karyawan.

OSHA menetapkan sejumlah pedoman dalam 2 bidang umum:

  1. Mereka melindunggi keselamatan karyawan dengan menghilangkan kondisi bekerja yang tidak aman, seperti mesin-mesin yang berbahaya yang mungkin menyebabkan kecelakaan.
  2. Mereka melindunggi kesehatan para pekerja dari akibat bekerja dengan jangka panjang dengan hal-hal yang berbahaya bagi kesehatan mencakup suara yang berlebihan sampai bahan kimia yang Menyebabkan kangker.

 

5. Sistem kompensasi adalah paket total yang ditawarkan oleh suatu perusahaan kepada karyawanya sebagai imbalan atas pekerjaan mereka.

1.Gaji dan Upah.

Upah adalah kompensasi dalam bentuk uang yang dibayarkan untuk jumlah waktu yang digunakan untuk bekerja.

Gaji adalah Kompensasi dalam bentuk uang sebagai imbalan atas pelaksanaan tanggung jawab suatu pekerjaan.

2. Program-program insentif.

Program insentif adalah program kompensasi khusus yang dirancang untuk memotivasi kinerja yang tinggi.

Bonus, Insentif kinerja perorangan dalam bentuk pembayaran khusus diluar dan diatas gaji karyawan.

Sistem pengajian prestasi, program insentif yang menghubungkan kompensasi terhadap kinerja dalam pekerjaan non penjualan.

Pembayaran atas kinerja, adalah insentif perseorangan yang diberikan kepada seorang manajer terutama untuk output yang produktif.

Rencana upah bagi laba,adalah program insentif yang membagikan bonus kepada karyawan apabila laba perusahaan diatas tingkat tertentu.

Rencana upah bonus, program insentif yang membagikan bonus kepada karyawan yang kinerjanya memperbaiki produktivitas.

Tunjangan, kompensasi selain upah dan gaji.

Asuransi kompensasi pekerja, adalah asuransi legal untuk mengkompensasikan pekerja yang terluka sewaktu melaksanakan pekerjaanya.

Assignment 5

Prepare freeform answer for Assignment 5

Assigment 5

1. Pengertian Etika Bisnis Menurut Para Ahli Minimal 5.

2.  sebutkan Faktor-faktor yang mendorong timbulnya Masalah Etika Bisnis 

3. Mengapa  bisnis  harus  etis  ?

4.  Sebutkan Tahap perkembangan tangung jawab sosial Perusahaan

5.Pengertian Stakeholders menurut para ahli minimal 3

Status: Tercapai 100%

Keterangan: Sudah Mengerjakan

Pembuktian:

1. Pengertian Etika Bisnis Menurut Para Ahli Minimal 5

  1. Velasquez (2005) mengatakan bahwa Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis.
  • Bertens (2000) mengatakan bahwa etika bisnis dalam bahasa Inggris disebut business ethics. Dalam bahasa Belanda dipakai nama bedrijfsethick (etika perusahaan) dan dalam bahasa Jerman Unternehmensethik (etika usaha). Cukup dekat dengan itu dalam bahasa Inggris kadang-kadang dipakai corporate ethics (etika korporasi). Narasi lain adalah “etika ekonomis” atau”etika ekonomi” (jarang dalam bahasa Inggris economic ethics; lebih banyak dalam bahasa Jerman Wirtschaftsethik). Ditemukan juga nama management ethics atau managerial ethics (etika manajemen) atau organization ethics (etika organisasi).
  • Yosephus (2010) mengatakan bahwa Etika Bisnis secara hakiki merupakan Applied Ethics (etika terapan). Di sini, etika bisnis merupakan wilayah penerapan prinsip-prinsip moral umum pada wilayah tindak manusia di bidang ekonomi, khususnya bisnis. Jadi, secara hakiki sasaran etika bisnis adalah perilaku moral pebisnis yang berkegiatan ekonomi.
  • Von der Embse dan R.A. Wagley dalam artikelnya di Advance Managemen Journal (1988), memberikan tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis, yaitu :
    – Utilitarian Approach : setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya. 
    – Individual Rights Approach : setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain. 
    – Justice Approach : para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun secara kelompok.
  • Menurut Hill dan Jones(1998), menyatakan bahwa etika bisnis merupakan suatu ajaran untuk membedakan antara salah dan benar guna memberikan pembekalan kepada setiap pemimpinperusahaan ketika mempertimbangkan untuk mengambil keputusan strategis yang terkaitdengan masalah moral yang kompleks. Lebih jauh ia mengatakan Sebagian besar dari kita sudah memiliki rasa yang baik dari apa yang benar dan apa yang salah, kita sudah tahu bahwa salah satu untuk mengambil tindakan yang menempatkan resiko kehidupan yang lain.”).
  1. Sebutkan Faktor-faktor yang mendorong timbulnya Masalah Etika Bisnis!
  • Mengejar keuntungan dan kepentingan pribadi (personal gain and selfish interest.
  • Tekanan persaingan terhadap laba perusahaan (competitive pressure on profits)
  • Pertentangan antara nilai-nilai perusahaan dengan perorangan (business goals vs personal values).
  • Pertentangan etika lintas budaya (cross-cultural contradiction
  1. Mengapa  bisnis harus  etis?
  • Meningkatnya harapan publik agar perusahaan menjalankan bisnisnya secara etis.
  • Agar perusahaan dan karyawan tidak melakukan tindakan yang membahayakan stakeholders lainnya.
  • Penerapan etika bisnis diperusahaan dapat meningkatkan kinerja perusahaan.
  • Penerapan etika bisnis seperti kejujuran, menepati janji, dan menolak suap dapat meningkatkan kualitas hubungan bisnis diantara dua pihak yang melakukan hubungan bisnis.
  • Agar perusahaan terhindar dari penyalahgunaan yang dilakukan karyawan maupun competitor yang bertindak tidak etis.
  • Dapat menghindarkan terjadinya pelanggaran hak-hak pekerja oleh pemberi kerja.
  • Untuk mencegah agar perusahaan tidak memperoleh sanksi hukum karena telah menjalankan bisnis
  1. Sebutkan Tahap perkembangan tanggung jawab sosial Perusahaan!
  • Tahap 1: Pemimpin perusahaan akan mengedepankan kepentingan para pemegang saham melalui berbagai upaya untuk meminimalisasi biaya dan melakukan maximalisasi laba.
  • Tahap 2: Para pemimpin perusahaan mengembangkan tangung jawab mereka tidak sebatas kepada maximalisasi laba, tetapi mereka mulai memberikan perhatian yang besar kepada sumber daya manusia.
  • Tahap 3 : Pemimpin perusahaan mengembangkan tangung jawab sosialnya kepada stakeholders yang lain selain pemegang saham dan para karyawan.
  • Tahap 4 : Pemimpin perusahaan memiliki tangung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat secara keseluruhan.
  1. Pengertian Stakeholders menurut para ahli minimal 3?
  • Freeman (1984:25) mendefinisikan stakeholder sebagai “any group or individual who can affect or be affected by the achievement of an organization’s objective.” bahwa stakeholder merupakan kelompok maupun individu yang dapat memengaruhi atau dipengaruhi oleh proses pencapaian tujuan suatu organisasi.
  • Warsono dkk. (2009:17) mengemukakan argumen bahwa dasar dari teori kepentingan adalah bahwa perusahaan telah menjadi sangat besar, dan menyebabkan masyarakat menjadi sangat pervasive sehingga perusahaan perlu melaksanakan akuntabilitasnya terhadap berbagai sektor masyarakat dan bukan hanya kepada pemegang saham saja.
  • Estaswara (2010)mengemukakan definisi stakeholder sebagai individu atau organisasi baik profit maupun non profit yang memiliki kepentingan dengan perusahaan sehingga dapat mempengaruhi atau dipengaruhi oleh pencapaian tujuan perusahaan.
  • Budimanta dkk (2008)mendefinisikan stakeholder sebagai berikut: “Stakeholder merupakan individu, sekelompok manusia, komunitas atau masyarakat baik secara keseluruhan maupun secara parsial yang memiliki hubungan serta kepentingan  terhadap perusahaan.”

Assignment 3

Prepare freeform answer for Assignment 3

Jawab Pertanyaan Dibawah ini.

Usaha usaha yang dijalankan di Indonesia dalam berbagai bentuk usaha memerlukan berbagai Faktor Produksi sebagai input pelaksanaan Bisnis yang terdiri dari  9  Katagori jelaskan ?

1. Sumber daya manusia ( human resources)

2. Modal ( Capital )

3. Bahan Baku ( Raw Materials)

4. Peralatan dan Mesin-mesin (equipment and machinery)

5. Tanah dan Bangunan ( Land and building)

6. Entrepreneurship dan intrapreneurship

7. Teknologi(technology)

8. Informations

10. Pelanggan ( Customers)

Your answer

Enter your freeform answer and then press one of the Save options.
You can add attachments such as Word documents, PDFs and pictures.
The maximum size of the answer plus attachments is 100 MB.

Status: Tercapai 100%

Keterangan: Sudah Mengerjakan

Pembuktian:

1. Sumber daya manusia ( human resources)

Yang dimaksud dengan faktor produksi sumber daya manusia ialah sesuatu yang mengelola sumber daya alam tersebut dengan menggunakan tenaga dari manusia atau biasa disebut dengan sumber daya manusia. Dalam faktor ini ada pengelompokkan tersendiri bagi tenaga kerja yaitu berdasarkan sifatnya dan kemampuan atau kualitasnya.

  • Berdasarkan sifatnya, tenaga kerja terbagi menjadi dua, (1) tenaga kerja jasmani, dimana seluruh kegiatan atau aktivitas pekerjaan yang dilakukan lebih banyak menggunakan kekuatan fisik seperti: kuli bangunan, tukang kuli cangkul sawah, tukang becak, buruh pengangkut barang, dls. Dan (2) tenaga kerja rohani dimana kegiatan yang dilakukan lebih banyak menggunakan otak atau pikiran seperti: direktur, guru, penulis, pengacara, dls.
  • Berdasarkan kualitas atau kemampuannya, tenaga kerja terbagi menjadi tiga, yaitu (1) tenaga kerja terdidik, dimana tenaga kerjanya membutuhkan pendidikan yang sesuai seperti profesi dokter, guru, bidan, dosen,dls. (2) terampil dimana tenaga kerja yang dibutuhkan mengharuskan pengalaman, skill, terlatih dan biasanya mengikuti kursus sebelumnya seperti contoh: penjahit, tukang rias, tukang las, tukang pembuat kue dls. Dan (3) tidak terdidik dan tidak terampil yang biasa disebut tenaga kerja kasar dimana tidak membutuhkan keterampilan atau pendidikan khusus seperti contoh tukang penjual koran, pemulung, tukang cangkul dls.

2. Modal ( Capital )

modal memiliki peranan penting dalam proses pengadaan barang dan jasa. Dengan modal yang memadai akan terjadinya kelancaran dalam menjalankan kegiatan ekonomi. Tanpa adanya modal yang cukup, tentu akan menghambat proses pengadaan barang dan jasa. Faktor produksi modal merupakan benda-benda hasil dari produksi barang dan jasa yang berfungsi sebagai penunjang dalam melancarkan atau mempercepat kemampuan dalam memproduksinya.

Ada beberapa pembagian modal

  • Berdasarkan sifatnya: Terebagi menjadi dua yaitu modal tetap dan lancar. Modal tetap bisa digunakan beberapa kali atau berulang-ulang seperti contoh: mesin jahit, komputer, buku, kendaraan, dls. Sedangkan modal lancar hanya bisa sekali pakai seperti bahan baku pembuatan kue, bensin, minyak, dls.
  • Berdasarkan sumbernya: Ada modal sendiri dan modal asing. Modal sendiri bersumber dari suatu perusahaan milik bersama ataupun pribadi. Sedangkan modal asing bersumber dari pinjaman bank atau hasil penjualan obligasi yang bearasal dari luar perusahaan.
  • Berdasarkan kepemilikan: Modal individu dan modal umum. Modal individu adalah modal yang bersumber dari perorangan yang mana hasilnya merupakan sumber pendapatan bagi si pemilik sebagi contoh: bunga tabungan, sewa kontrakan, rentalan. Sedangkan modal umum ialah modal yang berasal dari pemerintah yang digunakan untuk kepentingan bersama seperti pasar, lapangan, pelabuhan dls.
  • Berdasarkan bentuknya: Modal konkret dan abstrak. Dimana modal konkret bisa dilihat secara real dalam suatu proses produksi, contohnya: komputer, buku, mesin jahit dls. Sedangkan modal abstrak tidak memiliki bentuk dalam sebuah proses produksi, namun memiliki nilai tersendiri bagi perusahaan seperti contoh hak merek dan hak paten.

3. Bahan Baku ( Raw Materials)

bahan baku adalah bahan yang membentuk bagian integral produk jadi. Sedangkan bahan baku yang di peroleh dapat berasal dari pembelian lokal, pembelian import, atau bisa juga berasal dari pengolahan sendiri.

1. Bahan baku langsung.
Bahan baku langsung atau direct material adalah semua bahan baku yang merupakan bagian daripada barang jadi yang di hasilkan. Biaya yang di keluarkan untuk membeli bahan baku langsung ini mempunyai hubungan yang erat dan sebanding dengan jumlah barang jadi yang di hasilkan.
2. Bahan Baku Tidak langsung.
Bahan baku tidak langsung atau disebut juga dengan indirect material, adalah bahan baku yang ikut berperan dalam proses produksi tetapi tidak secara langsung tampak pada barang jadi yang di hasilkan.
Sebagai contoh jenis dari bahan baku menurut Gunawan Adisaputro dan Marwan Asri adalah apabila barang jadi yang di hasilkan adalah meja dan kursi , maka yang merupakan bahan baku langsung dari pembuatan meja dan kursi tersebut adalah Kayu, sedangkan yang termasuk kedalam bahan baku tidak langsung adalah paku dan plamir yang berfungsi sebagai perekat kayu dan dasar cat untuk kursi yang dihasilkan.
Dilihat dari pengertian bahan baku dan bahan mentah dari pendapat para ahli diatas, dapat di simpulkan bahwa istilah bahan baku dan bahan mentah yang ada di dalam pengertian umum di jadikan menjadi satu sebutan yaitu bahan baku. Tetapi istilah dari bahan baku menurut pendapat para ahli itu sendiri masih di bagi menjadi dua bagian yaitu, bahan baku langsung atau dengan nama lainnya direct material cost, dengan bahan baku tidak langsung atau nama lainnya indirect material cost, apabila istilah dari bahan baku langsung di asumsikan dengan pengertian bahan mentah secara umum maka akan terdapat kesamaan arti hanya sebutannya yang berbeda, ini juga dapat dilihat dari contoh nyata dari pengertian tersebut, yang mana contoh menurut para ahli adalah pernyataan kayu sebagai bahan dasar untuk pembuatan kursi, sedangkan pada pengertian secara umum menyebutkan bijih perak sebagai bahan dasar pembuatan perak dan gandum sebagai bahan dasar pembuatan tepung, sedangkan pengertian bahan baku secara tidak langsung atau indirect material cost apabila diasumsikan dengan pengertian bahan baku secara umum juga terdapat persamaan pengertian, ini juga dapat di tunjukkan dalam contoh yang ada, pada pengertian bahan baku tidak langsung atau indirect material cost menyatakan bahwa plamir dan paku sebagai bahan perekat dan penghalus kayu untuk di jadikan bentuk kursi, yang mana plamir tersebut merupakan larutan campuran yang biasanya terdiri dari semen putih dan lem kayu jenis fox dan sudah dicampur dengan perbandingan tertentu untuk dapat dipergunakan sebagai alat cair yang berguna menutup rongga dari kayu yang tidak rata akibat proses pemeliharaan kayu yang kurang hati – hati, sedangkan paku merupakan suatu bijih besi yang sudah diolah dengan proses tertentu sehingga bisa di pergunakan dalam proses pembuatan sebuah kursi, dan fungsi dari keberadaan paku ini adalah sebagai alat perangkai dari bagian – bagian yang sudah di buat sebelumnya untuk di jadikan satu bagian, sehingga apabila sudah terangkai dengan benar maka kayu yang tadi diharapkan dapat mempunyai nilai ekonomis yang tinggi.
Sedangkan contoh pada pengertian bahan baku secara umum menyatakan bahwa perak sebagai bahan baku untuk pembuatan kerajinan perak, karena bila perak yang dihasilkan tadi langsung dijual maka harganya akan terlalu mahal dan bentuknya juga kurang menarik untuk dinikmati, oleh karena itu untuk mengatasi hal tersebut maka diperlukan suatu proses tertentu yang melibatkan kompor untuk melakukan proses peleburan dan pembentukan dari perak murni ke bentuk yang lebih menarik sehingga di peroleh nilai ekonomis yang lebih tinggi, contoh lain yang di sebutkan sebagai bahan baku adalah tepung, margarin,telur, dan gula dikarenakan fungsi dari tepung itu sendiri apabila tidak di kasihkan ke dalam adonan utama yang berupa telur, margarin, dan gula maka roti yang di buat kurang dapat di nikmati untuk waktu yang lama.

4. Peralatan dan Mesin-mesin (equipment and machinery)

Fasilitas produksi yang dominan di dalam pabrik adalah mesin dan peralatan. Untukmelakukan pembelian mesin atau peralatan, harus dipertimbangkan secara ekonomis dan disesuaikan dengan jumlah produksi barang atau jasa yang dihasilkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan mesin atau peralatan adalah:

  1. Kapasitas mesin
  2.  Kecocokan (compatibility)
  3. Tersedianya peralatan pelengkap yang diperlukan
  4. Keterandalan dan purna jual
  5. Kemudahan persiapan dan instalasi, penggunaan dan pemeliharaan
  6. Keamanan
  7. Penyerahan
  8. Keadaan pengembangan
  9. Pengaruh terhadap organisasi yang ada.

Faktor-faktor tersebut menjadi hahan pertimbangan manajer operasi sehingga tidak terjadi  pembelian mesin yang  kelebihan  atau  kekurangan beban dan terlalu mahal dibanding dengan tingkat produksi yang dihasilkan.   Selain faktor pemilihan mesin, jugadipertimbangkan penentuan jumlah mesin karena terkait dengan jumlah sumber daya manusia yang dimiliki, khususnya operasi mesin, pertimbangan lain didasarkan pada ternis dan ekonomis.

Dalam pembelian jumlah mesin, perlu dipertimbangkan:

  1. Jumlah produksi yang direncanakan
  2. Perkiraan jumlah produk cacat pada setiap proses produksi
  3. Waktu kerja standard setiap unit produk dan jam operasi mesin.

Jenis mesin dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

  1. Mesin yang bersifat  umum atau serbaguna

Mesin-mesin ini  dapat  digunakan untuk mengerjakan pelbagai macam pekerjaan. Misalnya mesin gergaji pada perusahaan pemotong kayu.

  1. Mesin yang bersifat khusus

Mesin bersifat khusus yaitu mesin-mesin yang penggunaannya hanya satu macam pekerjaan saja. Misalnya mesin pembuat gula pasir.

Pada prakteknya sering kita jumpai perusahaan mengkombinasikan kedua jenis mesin tersebut, hal ini bertujuan agar dapat dicapai efisiensi penggunaan mesin.

5. Tanah dan Bangunan ( Land and building)

Dalam pandangan ekonomi klasik, tanah dan bangunan dianggap sebagai suatu factor produksi penting mencakup semua sumber daya  yang digunakan dalam proses produksi.

tanah dan bangunan merupakan modal sebagai penunjang dalam proses produksi.
6. Entrepreneurship dan intrapreneurship

Entrepreneur adalah orang yang melakukan aktivitas wirausaha dicirikan dengan pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.

Entrepreneurship adalah sebuah mindset atau pola pikir yang seharusnya dimiliki oleh setiap orang. Seseorang yang memiliki jiwa Entrepreneurship inilah yang disebut sebagai Entrepreneur.

Seorang entrepreneur selalu dianjurkan untuk memiliki pola pikir yang diluar kebiasaan orang pada umumnya. Entrepreneur akan lebih sering menggunakan otak kanan untuk menghasilkan kreativitas-kreativitas baru.

Seorang entrepreneur akan selalu memacu semangatnya setiap hari, selalu memotivasi diri, dan tersenyum dalam segala situasi. Entrepreneur akan melihat masalah sebagai suatu tantangan. Tidak ada kata gagal bagi entrepreneur, yang ada hanyalah Sukses atau Belajar.

Seorang entrepreneur akan selalu berusaha untuk menjalin silaturahmi dengan semua orang, memperkaya ilmu dengan lebih banyak mengamati dan mendengarkan, serta peka terhadap peluang. Entrepreneur akan melihat segala sesuatu dari segi positif, mengubah kata tidak bisa menjadi bisa, sulit menjadi mudah, mustahil menjadi mungkin.

Seorang entrepreneur berpikir tentang masa depan orang banyak, kehidupan orang banyak, kesejahteraan masyarakat, dan bagaimana cara membantu mereka yang membutuhkan. Sehingga, Entrepreneur tidak akan menyia-nyiakan waktunya untuk hal-hal yang tidak produktif.

Intrapreneur adalah orang yang memiliki “entrepreneurship”, namun tidak keluar dari perusahaan di mana ia bekerja.

intrapreneur adalah “self determined goal setter” orang yang mengambil inisiatif melakukan suatu tugas tertentu yang dituntut oleh dirinya sendiri.

Ciri-ciri intrapreneur yaitu

  • Intrapreneur seolah menjadi general manager dari sebuah bisnis baru yang belum ada di perusahaan
  • Biasanya memiliki backgroud teknis atau perusahaan, tetapi tidak memusuhi disiplin kerja yang lain, pandai beradaptasi dan melakukan penyesuaian
  • melakukan hal-hal sesuai kehendak hatinya
  • pemikir/konseptor sekaligus pelaksana
  • punya dedikasi penuh dan bersedia mencurahkan waktu habis-habisan agar mimpinya kenyataan.
  • menunjukkan kualitas yang baik
  • segala sepak terjanggnya hanya berdasar kepentingan usahanya
  • orang yang meraih target yang ditetapkannya sendiri
  • selalu menetapkan standar kerja yang tinggi
  • kegagalannya merupakan proses belajar

Intrapreneurship adalah kewirausahaan (entrepreneurship) dalam perusahaan (enterprenership inside of the organization) atau dapat dikatakan bahwa intrapreneurship adalah entrepreneuship yang ada di dalam perusahaan.

7. Teknologi(technology)

Teknologi produksi adalah cara meningkatkan produksi dan produktivitas yang dapat diterapkan secara luas dalam industri manufaktur dan jasa.

Ada sembilan area teknologi, yaitu:

  • Teknologi Mesin
  • Automatic Identifications Systems (AIS) dan Radio Frequency Identification (RFID)
  • Pengendalian Proses
  • Sistem Visi
  • Robot
  • Sistem Penyimpanan dan Pengambilan secara Otomatis (Automated Storage and Retrieval Systems – ASRS)
  • Kendaraan Terpandu Otomatis (Automated Guided Vehicles – AGV)
  • Sistem Manufaktur Fleksibel (Flexible Manufacturing Systems – FMS)
  • Manufaktur Terintegrasi Komputer (Computer Integrated Manufacturing – CIM).

8. Informations

Sistem informasi manajemen produksi mendukung fungsi produksi/operasi yang meliputi semuaaktivitas yang berkaitan dengan perencanaan dan pengadilan proses menghasilkan barang atau jasa. Sistem ini mendapatkan dan memproses data mengenai semua aktivitas mencakup produksiyang baik dan pelayanan (services) yang dibutuhkan oleh konsumen.Tujuan dari sistem informasi produksi ini :1) Digunakan dalam merencanakan, monitoring dan mengontrol proses produksi yg terjadisehingga lebih efisien2) Menghasilkan efisiensi proses produksi, kontrol kualitas yg ketat serta menghasilkan produk yg lebih bagus3) Mengurangi biaya dari penggunaan berbagai inventarisasi dengan mendapatkan kontrolmaterial yang baik4) Produksi yang dihasilkan tepat.

10. Pelanggan ( Customers)

pelanggan adalah sumber daya yang langka dari sebuah bisnis.adalah hal mudah untuk melindungi sumber daya fisikal dari para pemasok di seluruh dunia atau menjaga modal perusahaan. Kemudian, bukanlah hal yang mudah untuk mempertahankan talenta terbaik, karena pengetahuan dan ide menjadi semakin esensial. Namun hal yang paling sulit dijaga, paling langka dan paling sulit dipertahankan adalah pelanggan.

pelanggan adalah aset paling berharga dari sebuah bisnis.Aset dengan nilai tak berwujud yang paling besar biasanya merek, hubungan dan ide. Dua atau terkadang ketiga hal tersebut dikendalikan pelanggan.

pelanggan terbaik adalah pelanggan yang memberikan biaya lebih rendah dan berbelanja lebih banyak. Berbagai hasil riset menunjukkan dan mendeskripsikan pelanggan terbaik adalah mereka yang menyiapkan diri untuk menjalin hubungan jangka panjang dan saling menguntungkan. Riset-riset tersebut biasanya menunjukkan bagaimana pelanggan tersebut bertahan lebih lama, memberikan biaya lebih rendah, berbelanja lebih banyak, membayar lebih dan menceritakan hal positif ke orang-orang di sekitarnya.

SKUP PENGETAHUAN BISNIS (SI320Z)

Assalamu’alaikum

Hallo salam kenal bagi Mahasiswa ILP + yang baru bergabung, perkenalkan nama saya Arie Andrio biasa dipanggil Ari , saya Mahasiswa STMIK Raharja Jurusan Sistem Informasi Manajemen, saat ini saya mengambil matakuliah Pengetahuan bisnis (SI320Z) yang dibimbing oleh Dosen Ibu Dedeh Supriyanti.

Salam Sukses untuk kita semua semoga dapat lulus dengan hasil yang terbaik.

 

No.

Assignment

Status

Grade

1.

Student Agreement Ilearning

Done

2.

Assignment 1

Done

3.

Assignment 2

Done

4.

 Assignment 3              Done

5.

Assignment 4   Done

6.

Assignment 5   Done

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

16.

 

Assignment 2

Instructions

Jawablah Pertanyaan Dibawah ini? Jawaban di Laporkan Via Ime Class

1. Sebutkan pengertian tentang “Perusahan” menurut para ahli, Minimal 3 ?

2. Sebutkan Unsur -Unsur Perusahan ?

3. Sebutkan Klasifikasi Perseorangan Terbatas ?

4. Apa yang dimaksud dengan Usaha Perseorangan Berizin dan usaha perseorangan yang tidak memiliki Usaha Izin?

5. Sebutkan cara pendirian Perseroaan terbatas?

Status: Tercapai 100%

Keterangan: Sudah Mengerjakan

Pembuktian:

1. Sebutkan pengertian tentang “Perusahan” menurut para ahli, Minimal 3 ?

  1.    Menurut Andasasmita

Perusahaan adalah mereka yang secara teratur berkesinambungan dan terbuka bertindak dalam kualitas tertentu mencapai keuntungan bagi diri mereka

  1. Abdul Kadir Muhammad dalam bukunya Pengantar Hukum Perusahaan di Indonesia

Berdasarkan tinjauan hukum, istilah perusahaan mengacu pada badan hukum dan perbuatan badan usaha dalam menjalankan usahanya. Lebih lanjut, perusahaan adalah tempat terjadinya kegiatan produksi dan berkumpulnya semua faktor produksi.

  1. Menurut Mr. M. Polak

Sebuah perusahaan ada apabila diperlukan adanya perhitungan-perhitungan tantang laba rugi dapat diperkirakan dan segalanya dicatat dari pembukuan.

  1. Menurut Murti Sumarni (1997)

Perusahaan adalah sebuah unit kegiatan produksi yang mengolah sumber daya ekonomi untuk menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat dengan tujuan memperoleh keuntungan dan memuaskan kebutuhan masyarakat.

  1. Menurut Much Nurachmad

Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang berbadan hukum atau tidak, milik orang perseorangan, milik persekutun, atau milik badan hukum, baik milik swasta maupun milik negara yang mempekrjakan pekerja dengan membayar upah atau imbalan dalam bentuk lain

  1. Menurut pendapat Swastha dan Sukotjo (2002 : 12)

Definisi atau pengertian perusahaan adalah adalah suatu organisasi produksi yang menggunakan dan mengkoordinir sumber-sumber ekonomi untuk memuaskan kebutuhan dengan cara yang menguntungkan.

  1. Menurut pendapat Kansil (2001 : 2)

Definisi atau pengertian perusahaan adalah setiap bentuk badan usaha yang menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap dan terus menerus dan didirikan, bekerja, serta berkedudukan dalam wilayah negara indonesia untuk tujuan memperoleh keuntungan dan atau laba.

  1. Menurut Ebert dan griffin

Perusahaan adalah satu organisasi yang menghasilkan barang dan jasa untuk mendapatkan laba

  1.   Menurut Prof. Mr. W.L.P.A. Molengraff

Dari sudut padang ekonomi, perusahaan adalah semua perbuatan yang dilakukan dengan terus-menerus, bertindak keluar untuk mendapatkan penghasilan dengan cara memperniagakan barang-barang, meyerahkan barang-barang, atau mengadakan perjanjian-perjanjian.

2. Sebutkan Unsur – Unsur Perusahan ?

  • Bentuk Usaha adalah Organisasi usaha atau badan usaha yang menjadi wadah pengerak setiap jenis usaha
  • Jenis Usaha/Lapangan Usahaerupakan kegiatan dalam bidang perekonomian yang mencakup perindustrian, perdagangan, jasa pembiayaan yang dijalankan oleh badan usaha secara terus menerus.

1.Badan Usaha

2.Kegiatan dalam bidang perekonomiaan

3.Terus-Menerus ( going concern)

4.Bersifat Tetap

5.Terang-terangan

6.Keuntungan/Laba

7.Pengusaha, Pemimpin perusahaan dan pembantu Pengusaha.

3. Sebutkan Klasifikasi Perseroan Terbatas ?

1.Klasifikasi Perseroaan terbatas atas dasar diperjualbelikanya saham di Bursa Efek.

2.Klasifikasi PT berdasarkan asal mula penanaman Modal

3.Klasifikasi PTberdasarkan ada tidaknya kelompok Usaha.

4. Apa yang dimaksud dengan Usaha Perseorangan Berizin dan usaha perseorangan yang tidak memiliki Usaha Izin?

  • Usaha perseorangan berizin : Memiliki izin operasional dari departemen teknis. Misalnya bila perusahaan perseorangan, bergerak dalam bidang perdagangan , maka dapat memiliki izin seperti Tanda Daftar Usaha, Perdagangan (TDUP), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).
  • Usaha Perseorangan Yang Tidak memiliki Izin : Misalnya usaha perseorangan yang dilakukan para pedagang kaki lima, toko barang kelontong, dll.

5. Sebutkan cara pendirian Perseroaan terbatas?

 

  • Pembuatan akta didepan Notaris
  • Pengesahan oleh menteri Kehakiman
  • Pendaftaran perseroan
  • Pengumuman dalam tambahan berita Negara