SENNA 99624 SI320Z ASSIGNMENT8

  1. Pertanyaan :
    1. Sebutkan apa yang dimaksud dengan Tujuan, jelaskan menurut para Ahli minimal 5, dan kemudian anda Simpulkan dari 5 penjelasan tersebut ?
    2. Maksud utama dalam penetapan tujuan Organisasi dan berikan contohnya?
    3. Apa yang dimaksud dengan Strategi menurut anda?
    4. Apa yang dimaksud dengan manajemen krisis?
    5. Sebutkan macam-macam tujuan..?
    6. Sebutkan Contoh Budaya korporasi, menurut anda..?
  2. Status           : 100 %
  3. Keteangan   : Telah dikerjakan dengan baik
  4. Jawaban      :
    1. Definisi ujuan menurut para ahli :
      1. KEN MCELROY

        Tujuan merupakan langkah pertama dalam proses mencapai kesuksesan dan tujuan juga merupakan kunci mencapai kesuksesan

      2. JEMSLY H & MARTANI H

        Tujuan merupakan sesuatu yang mungkin untuk dicapai, bukan sesuatu yang utopis

      3.  SPILLANE, SJ

        Tujuan merupakan bagian dari proses mencapai keserasian dan konsentrasi kekuasaan

      4. TOMMY SUPRAPTO

        Tujuan merupakan realisasi dari misi yang spesifik dan dapat dilakukan dalam jangka pendek

      5. H.R. DAENG NAJA

        Tujuan merupakan misi sasaran yang ingin dicapai oleh suatu organisasi di masa yang akan datang dan manajer bertugas mengarahkan jalannya organisasi untuk mencapai tujuan tersebut

      6. ABUBAKAR A & WIBOWO

        Tujuan merupakan norma terakhir untuk organisasi menilai dirinya. Tanpa tujuan, organisasi tidak mempunyai dasar yang jelas

        Kesimpulan : Tujuan merupakan misi sasaran yang ingin dicapai oleh suatu organisasi di masa yang akan datang dan manajer bertugas mengarahkan jalannya organisasi untuk mencapai tujuan tersebut

    2. Tujuan utama / tujuan pokok / tujuan pokok adalah tujuan yang menyebabkan timbulnya organisasi.

      Menurut jenis organisasi, tujuan utama dapat dibedakan menjadi beberapa macam yaitu :

      –          Tujuan mendapat keuntungan

      Tujuan dari setiap organisasi niaga yang mengadakan konsentrasi modal dari pemilik / penanam modal. Contohnya : Pemilik modal bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal jika organisasi tersebut juga mendapatkan keuntungan yang maksimal.

      –          Tujuan memberikan kesejahteraan

      Organisasi yang didirikan dalam tujuan ini adalah organisasi yang berkonsentrasi pada orang-orang. Contohnya : koperasi yang menyelenggarakan usaha di bidang ekonomi untuk melayani kepentingan ekonomi /  melayani kesejahteraan masyarakat.

      –          Tujuan memberikan kesejahteraan masyarakat.

      Menyediakan barang dan jasa untuk kesejahteraan masyarakat /  kesejahteraan umum. Contohnya adalah PT. KAI

    3.  Strategi adalah proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai.

       

    4. Manajemen krisis adalah proses yang membahas organisasi dengan sebuah peristiwa besar yang mengancam merugikan organisasi, stakeholders, atau masyarakat umum. Ada tiga elemen yang paling umum untuk mendefinisi krisis: ancaman bagi organisasi, unsur kejutan, dan keputusan waktu singkat. Jadi manajemen krisis dalam pengertian yang lebih luas merupakan sebuah keterampilan teknis yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi, menilai, memahami, dan mengatasi situasi yang serius, terutama dari saat pertama kali terjadi sampai ke titik pemulihan kembali.
    5. Macam – macam tujuan : 
      1. Tujuan Jangka Panjang

        Tujuan jangka panjang adalah tujuan akhir yang hendak dicapai oleh suatu organisasi. Tujuan ini abstark. Tujuan jangka panjang dapat juga diukur dengan jangka waktu. Contoh :  tujuan memakmurkan rakyat namun tujuan tersebut sulit untuk dicapai.

      2. Tujuan Jangka Menengah

        Tujuan jangka menengah adalah tujuan yang hendak dicapai dalam jangka waktu diatas satu tahun /  kurang dari 25 tahun. Contoh : PELITA.

      3. Tujuan Jangka Pendek

        Tujuan jangka pendek adalah tujuan yang hendak dicapai oleh suatu organisasi dalam jangka waktu 1 tahun atau kurang dari 1 tahun. Tujuan jangka pendek dan jangka menengah andalah oentahapan dari janka waktu panjang. Contoh : pencapaian 1 tahun anggaran.

      4. Tujuan Organisasi dan Tujuan Pribadi

        Tujuan organisasi adalah tujuan yang telah ditentukan dalam konsep tujuan organisasi oleh organisasi bersangkutan. Tujuan pribadi adalah tujuan setiap individu yang ada di dalam organisasi. Antara tujuan organisasi dan tujuan pribadi dalam sebuah organisasi hendaknya mempunyai kesesuaian agar memperoleh manfaat timbal-balik.

    6. Budaya koperasi, di antaranya :
      • Kekeluargaan
      • Menolong diri sendiri
      • Bertanggung jawab
      • Demokrasi
      • Persamaan
      • Berkeadilan
      • Kemandirian

SENNA 99624 SI320Z ASSIGNMENT5

  1. Pertanyaan :
    1. Pengertian Etika Bisnis Menurut Para Ahli Minimal 5
    2. Sebutkan Faktor-faktor yang mendorong timbulnya Masalah Etika Bisnis 
    3. Mengapa  bisnis  harus  etis  ?
    4. Sebutkan Tahap perkembangan tangung jawab sosial Perusahaan
    5. Pengertian Stakeholders menurut para ahli minimal 3
  2. Status     : 100 %
  3. Keterangan : Telah dikerjakan dengnan baik
  4. Bukkti     :
    1. Menurut para ahli :
      1. Velasques
        Etika Bisnis menurut Velasques merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis.
      2. Brown dan Petrello
        Brown dan Petrello menyatakan bahwa Bisnis adalah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Apabila kebutuhan masyarakat meningkat, maka lembaga bisnis pun akan meningkat pula perkembangannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sambil memperoleh.
      3. Hill dan Jones
        Mengutip dari pendapat ahli Hill dan Jones bahwa, “Etika bisnis merupakan suatu ajaran untuk membedakan antara salah dan benar guna memberikan pembekalan kepada setiap pemimpin perusahaan ketika mempertimbangkan untuk mengambil keputusan strategis yang terkait dengan masalah moral yang kompleks.”
      4. Steade et al
        Sedangkan menurut Steade et al, Etika bisnis adalah standar etika yang berkaitan dengan tujuan dan cara membuat keputusan bisnis.
      5. Sim (2003)
        Dalam bukunya Ethics and Corporate Social Responsibility – Why Giants Fall, menyebutkan: Ethics is a philosophical term derived from the Greek word “ethos,” meaning character or custom. This definition is germane to effective leadership in organizations in that it connotes an organization code conveying moral integrity and consistent values in service to the public (Etika adalah istilah filosofis yang berasal dari “etos,” kata Yunani yang berarti karakter atau kustom. Definisi erat dengan kepemimpinan yang efektif dalam organisasi, dalam hal ini berkonotasi kode organisasi menyampaikan integritas moral dan nilai-nilai yang konsisten dalam pelayanan kepada masyarakat.)
      6. Business & Society – Ethics and Stakeholder Management (Caroll & Buchholtz, dalam Iman, 2006)
        Etika adalah disiplin yang berurusan dengan apa yang baik dan buruk dan dengan tugas dan kewajiban moral. Etika juga dapat dianggap sebagai seperangkat prinsip moral atau nilai. Moralitas adalah doktrin atau sistem perilaku moral. moral perilaku yang didasarkan pada apa yang terkait dengan prinsip benar dan salah dalam perilaku. Etika bisnis, oleh karena itu, terkait dengan perilaku yang baik dan buruk atau benar dan salah yang terjadi dalam konteks bisnis. Konsep ini lebih sering diartikan benar dan salah untuk memasukkan pertanyaan pertanyaan lebih sulit dan halus keadilan, keadilan dan kesetaraan.
    2. Faktor – faktor yang mendorong etika bisnis:
      1. Mengejar keuntungan dan kepentingan pribadi (personal gain and selfish interest )
      2. Tekanan persaingan terhadap laba perusahaan (competitive pressure on profits)
      3. Pertentangan antara nilai-nilai perusahaan dengan perorangan (business goals vs personal values).
      4. Pertentangan etika lintas budaya (cross-cultural contradiction
    3. Mengapa bisnis harus etis :
      1. Meningkatnya harapan publik agar perusahaan menjalankan bisnisnya secara etis.
      2. Agar perusahaan dan karyawan tidak melakukan tindakan yang membahayakan stakeholders lainnya
      3. Penerapan etika bisnis diperusahaan dapat meningkatkan kinerja perusahaan.
      4. Penerapan etika bisnis seperti kejujuran, menepati janji, dan menolak suap dapat meningkatkan kualitas hubungan bisnis diantara dua pihak yang melakukan hubungan bisnis.
      5. Agar perusahaan  terhindar dari penyalahgunaan  yang dilakukan karyawan  maupun competitor yang bertindak tidak etis.
      6. Dapat menghindarkan terjadinya pelanggaran hak-hak pekerja oleh pemberi kerja.
      7. Untuk mencegah agar perusahaan tidak memperoleh sanksi hukum karena telah menjalankan bisnis secara tidak etis.
    4. Tahap 1: Pemimpin perusahaan akan mengedepankan kepentingan para pemegang saham melalui berbagai upaya untuk meminimalisasi biaya dan melakukan maximalisasi laba.
      Tahap 2: Para pemimpin perusahaan mengembangkan tangung jawab mereka tidak sebatas kepada maximalisasi laba, tetapi mereka mulai memberikan perhatian yang besar kepada sumber daya manusia.
      Tahap 3 : Pemimpin perusahaan mengembangkan tangung jawab sosialnya kepada stakeholders yang lain selain pemegang saham dan para karyawan.
      Tahap 4 : Pemimpin perusahaan memiliki tangung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat secara keseluruhan.
    5. Pengertian stakeholders menurut para ahli :
      1. Freeman

        Pengertian Stakeholders menurut Freeman adalah suatu kelompok masyarakat ataupun individu yang saling mempengaruhi dan dipengaruhi oleh pencapaian tujuan tertentu dari organisasi

      2. Biset

        Pengertian stakeholder menurut Biset adalah orang/ individu atau kelompok masyarakat yang memiliki kepentingan atau perhatian pada permasalahan tertentu.

      3. Wibisono

        Pengertian stakeholder menurut Wibisono adalah seseorang maupun kelompok yang punya kepentingan secara langsung/ tidak langsung bisa mempengaruhi atau dipengaruhi atas aktivitas dan eksistensi perusahaan.

      4. . ISO 26000 SR

        Pengertian stakeholder menurut ISO 26000 SR adalah Individu atau kelompok yang memiliki kepentingan terhadap keputusan serta aktivitas organisasi.

      5. . AA1000 SES

        Definisi stakeholder menurut AA1000 SES adalah kelompok yang dapat mempengaruhi dan/atau terpengaruh oleh aktivitas, produk atau layanan, serta kinerja suatu organisasi.

SENNA 99624 SI350Z ASSIGNMENT4

  1. Pertanyaan : 
    1. Penciptaan Nilai (Value Creation ) barang dan jasa dalam kaitanya dengan lingkungan perusahaan terjadi dalam tiga tahapan, yaitu dan berikan Contohnya ?
    2. Nilai (Value) dilihat dari sudut pandang konsumen dan Perusahaan?
    3. Lingkungan Perusahaan dapat dibagi kedalam dua jenis yaitu?
    4. Lingkungan khusus (Specific environment), Lingkungan khusus perusahaan terdiri dari
    5. Lingkungan khusus perusahaan terdiri dari ?
  2. Status     : 100%
  3. Keterangan : Telah dikerjakan
  4. Bukti      :
    1. Tiga tahapan penciptaan nilai :
      1. Penciptaan Nilai pada tahap Input

        Bagaimana perusahaan memilih dan memperoleh input yang diperlukan untuk menghasilkan barang dan jasa, akan sangat menentukan berapa besar nilai yang dapat diciptakan oleh perusahaan pada tahap ini.

      2. Penciptaan Nilai pada tahap proses ( Convertion Stage)

        Pada tahap ini  perusahaan menggunakan berbagai  keunggulan  teknologi produksi dan juga kemampuan sumber daya manusia untuk menghasilkan produk yang unggul dibanding produk pesaing.

      3. Penciptaan Nilai pada tahap Output.

        Bagaimana melakukan  distribusi produk dan pelayanan kepada konsumen. Berbagai pelayanan yang diberikan perusahaan seperti  layanan purnajual (after sales service) atau pengiriman barang yang tepat waktu  dapat menciptakan nilai bagi konsumen/pelangan.

    2. nDari sudut pandang Konsumen

      Nilai suatu produk akan memiliki nilai yang semakin tinggi apabila dengan harga yang sama, konsumen memperoleh produk yang memiliki kualitas dan Feature yang lebih baik.

      V= Q + F/ P

      Dimana  V  adalah Value dan Q adalah  Quality sebagaimana dipersepsikan oleh konsumen.

      F adalah  Feature produk yang diangap memiliki value oleh konsumen. P adalah Price ( harga beli produk oleh konsumen)

      Dari sudut Pandang Perusahaan

      Selisih antara kesediaan pembeli untuk membayar  harga suatu produk dengan biaya yang dikeluarkan perusahaan  untuk memproduksi barang dan jasa sampai menyediakan barang dan jasa tersebut ditempat pembeli membutuhkan.

    3. 1. Lingkungan khusus (Specific environment)

      Terdiri dari para pemegang kepentingan diluar perusahaan (Outside stakeholders) yang secara langsung mempengaruhi  kemampuan organisasi untuk memperoleh sumber daya ekonomi sehingga dapat mempengaruhi kinerja perusahaan. 

      2. Lingkungan Umum Perusahaan

      Terdiri dari berbagai kekuatan yang akan mempengaruhi perusahaan –perusahaan  secara umum dan mempengaruhi kemampuan perusahaan-perusahaan tersebut untuk memperoleh sumber daya ekonomi.

    4. a. Pemasok (Supplier)
      Kualitas dan harga bahan baku yang disediakan  supplier  sangat mempengaruhi kinerja perusahaan, karena kualitas dan harga bahan baku akan menentukan bersaing tidaknya produk perusahaan dengan pesaing.

      b.  Pesaing ( competitors)
      Selain pesaing yang berasal dari perusahaan  yang memproduksi produk yang sama, pesaing dapat pula berasal dari perusahaan yang memproduksi produk yang sama, pesaing dapat pula berasal dari perusahaan yang memproduksi produk substitusi, yaitu produk yang memiliki bentuk fisik berlainan dengan produk yang memiliki bentuk fisik berlainan dengan produk perusahaan, tetapi memiliki fungsi yang sama.

      c. Pelanggan ( Customers).
      Perusahaan memproduksi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan . Perusahaan harus berusaha  memahami kebutuhan konsumen untuk menjadi perusahaan yang unggul.

      d. Penyalur (distributor)
      Saluran distribusi akan menentukan tingkat liputan pasar (market coverage) yang dapat dicapai  oleh produk perusahaan. Saluran distribusi  juga sangat menentukan tingkat ketrsediaan  produk perusahaan diberbagai outlet.

      e. Kelompok Penekan (pressure groups)
      Salah satu contoh kelompok penekan adalah serikat pekerja (Unions). Serikat pekerja memberikan tekanan terhadap kebijakan perusahaan yang bertentangan dengan kepentingan para pekerja.

      f. Creditors
      Selain mengandalkan modal sendiri yang diperoleh dari setoran para pemegang saham, perusahaan pada umumnya membutuhkan bantuan lembaga keuangan bank untuk menunjang kecukupan modalnya.

    5. Lingkungan umum perusahaan
      a. Economic Forces.

      Kekuatan ekonomi memiliki pengaruh makro terhadap kinerja perusahaan yang ada di Indonesia secara keseluruhan.

      b. International Forces

      Sistem ekonomi Indonesia  sangat dipengaruhi oleh situasi ekonomi dan perdagangan internasional.

      c. Demographic and Cultural Forces.

      Perubahan-perubahan budaya dan demografi Indonesia telah melahirkan berbagai peluang pasar yang baru. Tetapi perubahan budaya disisi lain dapat menimbulkan ketidak pastian bagi perusahaan, karena perubahan budaya dapat pula mengakibatkan terjadinya migrasi nilai berupa pergantian nilai-nilai lama dengan nilai-nilai baru yang belum tentu sejalan dengan arah pengembangan strategi perusahaan jangka panjang.

      d . Political Forces.

      Pemerintah (government) mempengaruhi lingkungan bisnis secara umum melalui pemberlakuan undang-undang dan peraturan-peraturan.

      e. Technological Forces.

      –  Process technology

      –    Produck Technology.

SENNA 99624 SI320Z ASSIGNMENT3

  1. Pertanyaan  :
    1. Sumber daya manusia ( human resources)
    2. Modal ( Capital )
    3. Bahan Baku ( Raw Materials)
    4. Peralatan dan Mesin-mesin (equipment and machinery)
    5. Tanah dan Bangunan ( Land and building)
    6. Entrepreneurship dan intrapreneurship
    7. Teknologi(technology)
    8. Informations
    9. Pelanggan ( Customers)
  2. Status      : 100%
  3. Keterangan  : Telah dikerjakan dengan baik
  4. Bukti       :
    1. Sumber daya manusia adalah orang-orang yang bekerja dan berfungsi sebagai aset organisasi atau perusahaan yang dapat dihitung jumlahnya (kuantitatif). SDM adalah potensi yang menjadi motor penggerak organisasi yang berbeda dengan sumber daya yang lainnya. Nilai-nilai kemanusiaan yag dimilikinya mengharuskan sumber daya manusia diperlukan secara bersamaan dengan sumber daya manusia lainnya.
    2. Menurut Drs. Moekijat, modal dapat dirumuskan menjadi beberapa rumusan dasar. Modal normalnya dianggap terdiri dari uang tunai, kredit, hak membuat, serta menjual sesuatu (berupa paten), mesin – mesin dan gedung – gedung. Akan tetapi, sering juga istilah modal digunakan untuk menggambarkan hak milik total yang terdiri dari jumlah yang ditanam, surplus, dan keuntungan – keuntungan yang tidak dibagi.
    3. Bahan baku adalah benda yang dapat dibuat sesuatu, atau barang yang dibutuhkan untuk membuat sesuatu. Perusahaan selalu menghendaki jumlah bahan (persediaan) yang cukup agar proses produksi tidak terganggu.
    4. Peralatan adalah segala keperluan yang digunakan manusia untuk mengubah alam sekitarnya, termasuk dirinya sendiri dan orang lain dengan menciptakan alat-alat sebagai sarana dan prasarana. Mesin adalah alat mekanik atau elektrik yang mengirim atau mengubah energi untuk melakukan atau membantu pelaksanaan tugas manusia. Biasanya membutuhkan sebuah masukan sebagai pelatuk, mengirim energi yang telah diubah menjadi sebuah keluaran, yang melakukan tugas yang telah disetel.
    5. Pengertian Tanah (Land) adalah tanah yang dimiliki oleh perusahaan serta digunakan untuk kelancaran kegiatan-kegiatan perusahaan.Tanah ini dapat berupa tanah yang dipakai oleh perusahaan sebagai tempat kedudukan perusahaan, tempat parkir, tanah perkebunan, tanah pekarangan, dan lain-lain.Tanah tidak dapat disusutkan, sehingga tidak ada biaya penyusutan atas tanah. Bangunan adalah wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu dengan tempat kedudukan baik yang ada di atas, di bawah tanah dan/atau di air. Bangunan biasanya dikonotasikan dengan rumah, gedung ataupun segala sarana, prasarana atau infrastruktur dalam kebudayaan atau kehidupan manusia dalam membangun peradabannya seperti halnya jembatan dan konstruksinya serta rancangannya, jalan, sarana telekomunikasi, dan lain-lain.
    6. Entrepreneur adalah orang yang melakukan aktivitas wirausaha dicirikan dengan pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya. Intrapreneur adalah orang yang memiliki “entrepreneurship”, namun tidak keluar dari perusahaan di mana ia bekerja. Menurut Tunggul Tranggono seorang pemerhati koperasi menyatakan bahwa intrapreneur adalah “self determined goal setter” orang yang mengambil inisiatif melakukan suatu tugas tertentu yang dituntut oleh dirinya sendiri.
    7. Teknologi adalah sebuah pengetahuan yang ditujukan untuk menciptakan alat, tindakan pengolahan dan ekstraksi benda. Teknologi digunakan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dalam kehidupan kita sehari-hari, secara singkat; kita bisa menggambarkan teknologi sebagai produk, proses, atau organisasi. Selain itu, teknologi digunakan untuk memperluas kemampuan kita, dan yang membuat orang-orang sebagai bagian paling penting dari setiap sistem teknologi.
    8. Informasi adalah sekumpulan data/ fakta yang diorganisasi atau diolah dengan cara tertentu sehingga mempunyai arti bagi penerim. Data yang telah diolah menjadi sesuatu yang berguna bagi si penerima maksudnya yaitu dapat memberikan keterangan atau pengetahuan. Dengan demikian yang menjadi sumber informasi adalah data. Informasi dapat juga di katakan sebuah pengetahuan yang diperoleh dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi
    9. Pelanggan pada dasarnya berasal dari konsumen biasa yang mencoba menggunakan jasa ataupun produk dari sebuah perusahaan. Pelanggan terbentuk dari pola kerja sama saling menguntungkan yang terjadi dalam proses kerja sama antara penyedia layanan dan pengguna layanan 

99624 SENNA SI320Z ASSINGMENT2

  • Pertanyaan :
    1. Sebutkan pengertian tentang “Perusahan” menurut para ahli, Minimal 3 ?
    2. Sebutkan Unsur -Unsur Perusahan ?
    3. Sebutkan Klasifikasi Perseorangan Terbatas ?
    4. Apa yang dimaksud dengan Usaha Perseorangan Berizin dan usaha perseorangan yang tidak memiliki Usaha Izin?
    5. Sebutkan cara pendirian Perseroaan terbatas?
  • Status : 100 %
  • Keterangan : Telah dikerjakan
  • Bukti : 
    1. Menurut Ebert dan griffin
      Perusahaan adalah satu organisasi yang menghasilkan barang dan jasa untuk mendapatkan laba 

      Menurut Prof. Mr. W.L.P.A. MolengraffDari sudut padang ekonomi, perusahaan adalah semua perbuatan yang dilakukan dengan terus-menerus, bertindak keluar untuk mendapatkan penghasilan dengan cara memperniagakan barang-barang, meyerahkan barang-barang, atau mengadakan perjanjian-perjanjian.

      Menurut undang undang nomor  3 tahun 1982
      Perusahaan merupakan setiap bentuk usaha yang bersifat tetap, terus menerus dan yang didirikan, bekerja serta berkedudukan dalam wiayah negara republik indonesia yang bertujuan memperoleh keuntungan (laba)

      Menurut Much Nurachmad
      Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang berbadan hukum atau tidak, milik orang perseorangan, milik persekutun, atau milik badan hukum, baik milik swasta maupun milik negara yang mempekrjakan pekerja dengan membayar upah atau imbalan dalam bentuk lain

      Menurut Mr. M. Polak
      Sebuah perusahaan ada apabila diperlukan adanya perhitungan-perhitungan tantang laba rugi dapat diperkirakan dan segalanya dicatat dari pembukuan. 

    2. Badan usahaPerusahaan memiliki bentuk tertentu, baik yang berupa badan hukum maupun yang bukan badan hukum. Contohnya Perusahaan Dagang, Firma, Persekutuan Komanditer, Perseroan Terbatas, Perusahaan Umum, Perusahaan Perseroan dan Koperasi.
      Kegiatan dalam bidang perekonomian, meliputi bidang perindustrian, perdagangan, perjasaan, dan pembiayaan.
      Terus-menerus. Artinya adalah kegiatan usaha dilakukan sebagai mata pencarian, tidak insidental dan bukan pekerjaan sambilan.
      Bersifat tetap. Maksudnya ialah kegiatan usaha yang dilaksanakan tidak berubah atau berganti dalam waktu singkat, tetapi untuk jangka waktu yang lama.
      Terang-terangan, berarti kegiatan usaha ditujukan kepada dan diketahui oleh umum, bebas berhubungan dengan pihak lain, diakui dan dibenarkan oleh pemerintah berdasarkan undang-undang.
      Keuntungan dan atau laba, berarti tujuan dari perusahaan adalah untuk memperoleh keuntungan dan atau laba.
      Pembukuan. Maksudnya ialah perusahaan wajib untuk menyelenggarakan pencatatan mengenai kewajiban dan hak yang berkaitan dengan kegiatan usahanya. 
    3. Klasifikasi perseroan terbatas ini secara tersurat dan tersirat diattur dalam UUPT No. 40 tahun 2007 pada Pasal 1 angka 6 dan pasal 1 angka 7. Yaitu :
      1. Perseroan tertutup
          a. Murni Tertutup
              Biasanya memiliki sifat berikut,

      • Yang boleh memiliki saham benar – benar terbatas 
      • Saham diterbitkan atas nama pemiliknya.
      • Dalam AD ditentukan dengan tegas, pengalihan saham, hanya boleh dan terbatas diantara sesama pemegang saham saja.


          b. Sebagian Tertutup, Sebagian Terbuka
             Adapun sifat Sebagian tertutup

      • Seluruh saham di bagi menjadi 2 (dua) kelompok.
      • Saham dikelompokkan dalam saham istimewa dan saham biasa 



      2.Perseroan Publik
      Penjelasannya dapat dilihat pada Pasal 1 Angka 8 Undang-undang Perseroan Terbatas (UUPT), adapun syarat untuk menjadi perusahaan Publik di sebutkan bahwa perseroan harus memenuhi kriteria sebagaimana yang di amanatkan pasal 1 angka 22 Undang-undang Pasar Modal (UUPM) No.8 tahun 1995 yaitu:

      1. Saham perseroan telah di miliki sekurang-kurangnya oleh 300 (tiga ratus) pemegang saham,
      2. Memiliki modal disetor sekurang kurangnya Rp. 3.000.000.000 (tiga miliar rupiah)
      3. Atau jumlah pemegang saham dan modal di setor lain yang di tentukan oleh peraturan pemerintah.



      3. Perseroan Terbuka (Perseroan Tbk.)
      Pengertian Perseroan  Terbuka telah disebutkan dalam Pasal 1 Angka 7 UUPT tahun 2007. Baca Pasal 1 Angka 7 UUPT No. 40 tahun 2007 ya dimaksud Perseroan terbuka adalah Perusahaan publik yang memenuhi pasal 1 angka 22 UUPM No. 8 tahun 1995 dan Perseroan yang melakukan penawaran umum saham.
      Pada dasarnya yang boleh melakukan penawaran umum adalah emiten sebagaimana yang diamanatkan pasal 1 angka 6 UUPM.

      4. Perseroan Group
      Banyak Perseroan yang memanfaatkan prinsip limited liability, dimana perseroan dapat mendirikan Perusahaan Anak (Subsidiary), yang menjalankan bisnis perseroan Induk (Parent Company). Dengan demikian, sesuai dengan prinsip keterpisahan (separation) dan perbedaan (distiction) yang dikenal sebagai separate entity yang terdapat dalam perseroan terbatas maka perusahaan induk dengan perusahaan anak akan terisolasi baik dari kerugian ataupun keuntungan yang ada diantaranya. Memang pada dasarnya secara gamblang tidak disebutkan dalam undang-undang dengan tersurat mengenai hal ini namun prakteknya telah lazin dilaksanakan praktek hukum saat ini.

       

    4. Ciri dan sifat perusahaan perseorangan berizin:– relatif mudah didirikan dan juga dibubarkan
      – tanggung jawab tidak terbatas dan bisa melibatkan harta pribadi
      – tidak ada pajak, yang ada adalah pungutan dan retribusi
      – seluruh keuntungan dinikmati sendiri
      – sulit mengatur roda perusahaan karena diatur sendiri
      – keuntungan yang kecil yang terkadang harus mengorbankan penghasilan yang lebih besar
      – jangka waktu badan usaha tidak terbatas atau seumur hidup
      – sewaktu-waktu dapat dipindah tangankan

      Cri dan sifat perusahaan perorangan berizin :

      1. kewajiban terbatas pada modal tanpa melibatkan harta pribadi
      2. modal dan ukuran perusahaan besar
      3. kelangsungan hidup perusahaan pt ada di tangan pemilik saham
      4. dapat dipimpin oleh orang yang tidak memiliki bagian saham
      5. kepemilikan mudah berpindah tangan
      6. mudah mencari tenaga kerja untuk karyawan / pegawai
      7. keuntungan dibagikan kepada pemilik modal / saham dalam bentuk dividen
      8. kekuatan dewan direksi lebih besar daripada kekuatan pemegang saham
      9. sulit untuk membubarkan pt
      10. pajak berganda pada pajak penghasilan / pph dan pajak deviden
      11. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) 


    5. 1. Persiapan Modal untuk mendirikan PT

      Menurut Undang-undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT), mengenai Modal dasar PT adalah sebesar Rp 50 Juta dengan setoran minimal 25% sebagai modal untuk PT tersebut. Persyaratan yang tertulis di Undang-undang ini terkadang menjadi kendala atau masalah bagi pengusaha yang ingin mendirikan PT. Beberapa di antara mereka ingin mendirikan PT namun memiliki Modal yang pas-pasan, padahal mereka sudah sadar akan pentingnya mendirikan PT yang merupakan badan Hukum.

      Kemudian akhirnya Pemerintah mempermudah kita semua, Pemerintah mengeluarkan Aturan baru bahwa besarnya modal dasar pendirian PT tergantung kesepakatan dari pendirinya. Hal ini juga telah disebutkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 29 tahun 2016 tentang Perubahan Modal dasar PT. Walaupun begitu persyaratan modal ini hanya berlaku untuk para UMKM saja.

      2. Menentukan Domisili Usaha

      Setelah Modal sudah kita tentukan, saatnya kita menentukan Domisili usaha kita. hal ini untuk kita mendapatkan Surat Keterangan Domisili Perusahaan (SKDP). Namun beberapa dari pengusaha juga terbentur dengan keadaan dana yang belum cukup untuk menyewa ruang kantor. Karena terdapat Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 1 Tahun 2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi. Padahal SKDP ini sangat penting untuk mendapatkan NPWP, TDP, SIUP, atau Izin usaha lainnya.

      Oleh karena itu solusi yang bisa di ambil adalah menggunakan Virtual Office. Virtual Office merupakan opsi yang lebih hemat untuk usaha yang ingin berdomisili di Jakarta. Memang berbeda Persyaratan Domisili di tiap daerah. Jika anda berada di Tangerang dan Bogor, anda bisa menggunakan Rumah sebagai domisili Usaha anda sampai batasan tertentu. Sedangkan di Depok anda harus menggunakan bangunan dan Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB), bukan rumah tinggal. Tak jarang ada yang diminta Undang-Undang Gangguan (HO) sebagai persyaratan tambahan

      3. Menentukan Bidang Usaha sesuai KBLI

      KBLI ini kepanjangan dari Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia. Ini merupakan seperti adanya Klasifikasi di dalam menentukan Jenis Usaha yang nanti digunakan untuk melihat kode bidang usaha. Dan nanti Kode Bidang usaha ini akan dimuat di dalam SIUP dan juga TDP.

      Biasanya tiap Pemerintah daerah sudah mempermudah kita dalam hal ini. Pemerintah membuat Bentuk sederhana dari Kode KBLI ini untuk dijadikan rujukan dalam mengurus izin usaha di daerah berangkutan.

      4. Membuat BPJS Ketenagakerjaan untuk PT

      Di dalam mengurus BPJS Ketenagakerjaan kita bisa melakukannya dengan Online. Hal ini tentunya bisa lebih menghemat waktu dan lebih cepat dibanding kita harus mengurusnya secara Offline. BPJS Ketenagakerjaan ini akan menjadi salah satu persyaratan di dalam mengurus Surat Izin lainnya, Seperti SKDP.

      5. Membuat NPWP Direktur dan NPWP Perusahaan.

      Untuk membuat PT kita juga harus lah mengurus NPWP, baik untuk direktur ataupun perusahaan. NPWP yang dimiliki Direktur PT haruslah sudah dalam format terbaru, tahun 2015, yaitu adanya NIK KTP direktur yang bersangkutan di Kartu NPWP Pribadinya. Begitu juga terdapat alamat yang tertera di NPW pribadi tersebut. Selain itu juga Direktur PT yang bersangkutan sebaiknya tidak memiliki tunggakan pajak

      6. Pembuatan SIUP dan TDP

      Untuk membuat kedua surat izin ini, sekarang sudah semakin dipermudah. Saat ini kita bisa ajukan pembuatan SIUP dan TDP secara Online. Dengan hanya sekali login dan mengisi Formulir Online anda bisa mendapatkan SIUP dan TDP ini sekaligus.

SENNA 99624 SI320Z ASSIGNMENT1

  • Pertanyaan :
    1. Apa yang dimaksud dengan pengertian kegiatan bisnis menurut anda ?
    2. Sebutkan Kegiatan usaha yayasan mencakup 3 bidang ?
    3. Apa yang dimaksud dengan Badan Usaha menurut pandangan saudara?
    4. Gambar Alternatif Penggunaan Laba Perusahaan?
    5. Pasal 5 UU No 16 Tahun 2001 menjelaskan Perihal Apa?
    6. Apa pengertian Laba Menurut Anda?
  • Status :
    • 100%
  • Keterangan :
    • Dikerjakan dengan baik
  • Bukti:
    1. Suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa inggris business, dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.
    2. Jenis-jenis yayasan, meliputi :

      • Bidang sosial meliputi lembaga sosial formal dan nonformal, panti asuhan,panti jompo,rumah sakit, poliklinik, laboratorium,penelitian dibidang ilmu pengetahuan dan lainnya.
      • Bidang kemanusiaan meliputi memberi bantuan kepada korban bencana alam,pengungsi,tuna wisma,fakir miskin dan gelandangan,membuat rumah singgah,rumah duka,melakukan perlindungan konsumen dan pelestarian lingkungan konsumen serta pelestarian lingkungan hidup
      • Bidang keagamaan meliputi mengelola sarana ibadah, pondok pesantren, madrasah, ZIS (zakat Infak Shadaqoh), syiar keagamaan dll.
    3. Kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Badan Usaha seringkali disamakan dengan perusahaan, walaupun pada kenyataannya berbeda. Perbedaan utamanya, Badan Usaha adalah lembaga sementara perusahaan adalah tempat di mana Badan Usaha itu mengelola faktor-faktor produksi.

    4. Disini
    5. Undang – Undang Tentang Yayasan
    6. Laba atau keuntungan dapat didefinisikan dengan dua cara, yang pertama Laba dalam ilmu ekonomi murni didefinisikan sebagai peningkatan kekayaan seorang investor sebagai hasil penanam modalnya, setelah dikurangi biaya-biaya yang berhubungan dengan penanaman modal tersebut termasuk di dalamnya, biaya kesempatan.

Assignment 14

Prepare freeform answer for Assignment 14

Kerjakan Soal Dibawah Ini :

1.  Apa yang dimaksud dengan sistem ekonomi dan bisnis?

2. Usaha usaha yang dijalankan di Indonesia dalam berbagai bentuk usaha memerlukan berbagai Faktor Produksi sebagai input pelaksanaan Bisnis yang terdiri dari  ? dan jelaskan Pengertiannya ?

3. Apa Pengertian dari  Government Sectors dan Foreign Sektors ?

4.  Sebutkan Tiga kompenen system ekonomi di Indonesia ?

5. Sebutkan  Ciri-ciri system ekonomi Pasar ?

Status: Tercapai

Keterangan: Sudah Mengerjakan

Pembuktian:

1.  Apa yang dimaksud dengan sistem ekonomi dan bisnis?

Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah.

Pengertian Bisnis : bahwa bisnis merupakan serangkaian kegiatan yang berhubungan dengan penjualan ataupun pembelian barang dan jasa yang secara konsisten berulang. Menurutnya, penjualan jasa ataupun barang yang hanya terjadi satu kali saja bukan merupakan pengertian dari bisnis

Pengertian Bisnis menurut Haney adalah dapat didefinisikan sebagai aktivitas manusia yang dihubungkan dengan produksi ataupun memperoleh kekayaan melalui pembelian dan penjualan barang.

2. Usaha usaha yang dijalankan di Indonesia dalam berbagai bentuk usaha memerlukan berbagai Faktor Produksi sebagai input pelaksanaan Bisnis yang terdiri dari  ? dan jelaskan Pengertiannya ?

  • Sumber daya manusia ( human resources)
  • Tenaga kerja manusia adalah segala kegiatan manusia baik jasmani maupun rohani yang dicurahkan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa maupun faedah suatu barang.
  • Tenaga kerja manusia dapat diklasifikasikan menurut tingkatannya (kualitasnya) yang terbagi atas:a).Tenaga kerja terdidik (skilled labour), adalah tenaga kerja yang memperoleh pendidikan baik formal maupun non formal.
    Contoh: guru, dokter, pengacara, akuntan, psikologi, peneliti.b).Tenaga kerja terlatih (trained labour), adalah tenaga kerja yang memperoleh keahlian berdasarkan latihan dan pengalaman.
    Contoh: montir, tukang kayu, tukang ukir, sopir, teknisi.c)Tenaga kerja tak terdidik dan tak terlatih (unskilled and untrained labour), adalah tenaga kerja yang mengandalkan kekuatan jasmani daripada rohani.
    Contoh: tenaga kuli pikul, tukang sapu, pemulung, buruh tani
  • Modal ( Capital )
  • Modal menurut pengertian ekonomi adalah barang atau hasil produksi yang digunakan untuk menghasilkan produk lebih lanjut. Misalkan orang membuat jala untuk mencari ikan. Dalam hal ini jala merupakan barang modal, karena jala merupakan hasil produksi yang digunakan untuk menghasilkan produk lain (ikan). Di dalam proses produksi, modal dapat berupa peralatan-peralatan dan bahan-bahan.
  • Bahan Baku ( Raw Materials)
  • Bahan baku adalah bahan yang digunakan dalam membuat produk di mana bahan tersebut secara menyeluruh tampak pada produk jadinya (atau merupakan bagian terbesar dari bentuk barang).
  • Peralatan dan Mesin-mesin (equipment and machinery)
  • Mesin‑mesin (machinery) misalnya mesin‑mesin untuk menjalankan proses produksi.
  • Tanah dan Bangunan ( Land and building)
  • Tanah (land) sebagai tempat menjalankan usaha, atau di atasnya didirikan bangunan perusahaan, termasuk aktiva tetap yang tidak disusutkan.
  • Gedung atau bangunan (building) seperti gedung pabrik, gedung toko dan gedung kantor.
  • Entrepreneurship dan intrapreneurship
  • Entrepreneur adalah orang yang melakukan aktivitas wirausaha dicirikan dengan pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.
  • Intrapreneur adalah orang yang memiliki “entrepreneurship”, namun tidak keluar dari perusahaan di mana ia bekerja. Menurut Tunggul Tranggono seorang pemerhati koperasi menyatakan bahwa intrapreneur adalah “self determined goal setter” orang yang mengambil inisiatif melakukan suatu tugas tertentu yang dituntut oleh dirinya sendiri.
  • Teknologi(technology)
  • Empat manfaat utama yang dapat dirasakan manusia terhadap teknologi, yaitu:1. peningkatan produksi
    jika pada 1800-an, seorang petani yang bekerja sejak fajar sampai senja hari dengan menggunakan kerbau atau sapi dalam membajak sawahnya hanya bisa menghasilkan makanan untuk sekitar empat orang. maka pada 1990-an, dengan menggunakan traktor, pestisida dan teknologi pertanian lainnya, seorang petani tadi bisa menghasilkan makanan untuk 100 orang.2. pengurangan tenaga kerja
    pada masa 1800-n, kebanyakan pekerjaan dilakukan dengan tangan atau mesin yang di operasikan dengan tangan. mereka bekerja antara 12-16 jam sehari, 6 hari dalam sepekan. namun, pada era 1990-an, para buruh bekerja 5 hari sepekan, dan 8 jam sehari, tapi hasilnya lebih banyak, ini karena digunakannya mesin-mesin tenaga non-hayati.
    berkurangnya waktu ini akan menambah waktu luang/ senggang bagi para pekerja.

    3. pekerjaan yang lebih mudah
    pada era 1900-an, para pengembang batubara menggali sepanjang hari dengan linggis dan sekop hasilnya sedikit ton batubara, tambangnya gelap, dan berbahaya. hari ini, pertambangan masih berbahaya, namun pencahayaan dan ventilasi jauh leih baik pekerjaan menggali kini bisa dilakukan dengan mesin, sehingga dihasilkan 1 metrik ton batubara per menit.

    4. Standar hidup lebih tinggi
    banyaknya barang dan jasa yang ditawarkan oleh teknologi telah membuat setiap orang memilih apa yang disukainya secara lebih mudah karena banyaknya pilihan. sarana hidup berlimpah, maka orang bisa lebih sehat, lebih bergizi makananya, lebih lama hidupnya dan seterusnya.

  • Informations
  • Sistem informasi manajemen produksi mendukung fungsi produksi/operasi yang meliputi semua aktivitas yang berkaitan dengan perencanaan dan pengadilan proses menghasilkan barang atau  jasa. Sistem ini mendapatkan dan memproses data mengenai semua aktivitas mencakup produksi yang baik dan pelayanan (services) yang dibutuhkan oleh konsumen
  • Pelanggan ( Customers)
  • Pelanggan adalah setiap orang yang menuntut pemberian jasa (perusahaan) untuk memenuhi suatu standar kualitas pelayanan tertentu, sehingga dapat memberi pengaruh pada performansi (performance) pemberi jasa (perusahaan) tersebut.Dengan kata lain, pelanggan adalah orang-orang atau pembeli yang tidak tergantung pada suatu produk, tetapi produk yang tergantung pada orang tersebut.

3. Apa Pengertian dari  Government Sectors dan Foreign Sektors ?

  • Government Sectors

Pemerintah membutuhkan gedung, peralatan, kenderaan dll yang dapat dipenuhi sector bisnis/perusahaan.

  • Foreign Sektors

Banyak perusahaan di luar negeri yang membutuhkan tekstil atau produk lain buatan Indonesia sehingga mereka menginport produk-produk tersebut dari Indonesia.

4.  Sebutkan Tiga kompenen system ekonomi di Indonesia ?

  • nput

Input system ekonomi  Indonesia  terdiri dari berbagai jenis factor produksi seperti tanah, tenaga kerja, modal dan berbagai sumber daya alam baik yang dapat diperbaharui maupun tidak dapat diperbaharui seperti minyak bumi dan bahan tambang.

  • Proses

Proses yang  berjalan dalam system ekonomi Indonesia menunjukkan berbagai bauran teknologi yang digunakan untuk memproduksi  barang dan jasa.

  • Output

Output system ekonomi Indonesia adalah keseluruhan barang dan jasa yang dihasilkan dalam kurun waktu tertentu ( biasanya 1 tahun)

5. Sebutkan  Ciri-ciri system ekonomi Pasar ?

  • Pemilikan swasta terhadap alat-alat/ factor produksi
  • Terdapat kebebasan untuk berusaha dan bersaing.
  • Produsen menjual hasil produksinya dipasar yang bersaing.
  • Melakukan usaha untuk tujuan memperoleh keuntungan maximal

SKuP – Fitria Supyaningsih [Pengetahuan Bisnis-SI320E]

❁❁ Hello Class Pengetahuan Bisnis SI320E ❁❁

Hajimemashite watashi no namae wa fitri desu  

Fitria Supyaningsih dan biasa dipanggil Fitri. Saya memulai perkuliahan pada tahun 2014 di Perguruan Tinggi Raharja, namun saya transfer pada 2017 dan saat ini saya semester 6. Saya mahasiswa jurusan Sistem Informasi konsentrasi KA (Komputer Akuntansi). Pada semester ini saya mengikuti matakuliah Pengetahuan Bisnis – SI320E dengan diajari oleh pak Andri Cahyo Purnomo.


✍✎Berikut Daftar Assignmentnya ✍✎
NoAssignmentStatus
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

 

 

Assignment 11

Prepare freeform answer for Assignment 11

Kerjakan Soal Dibawah ini :

1. Apa yang dimaksud dengan Manajemen Bisnis ?

2. Sebutkan sumber daya organisasi yang harus dikelola oleh para manager perusahaan

3.Apa yang dimaksud dengan Proses Manajemen ?

4.Apa yang dimaksud dengan Proses dan Fungsi Manajemen

5.Proses pengendalian terdiri dari 3 aktivitas?

Status: Tercapai 100%

Keterangan: Sudah Mengerjakan

Pembuktian:

1. Apa yang dimaksud dengan Manajemen Bisnis ?

Manajemen Bisnis merupakan upaya pengaturan secara menyeluruh guna menjalankan sebuah usaha bisnis yang profesional dan menghasilkan tujuan bisnis yang diinginkan. Manajemen bisnis dibutuhkan dalam rangka tercapainya sebuah tujuan sebuah usaha bisnis baik dari aspek profit maupun tujuan lain sesuai yang diinginkan oleh pihak pengelola bisnis.

Sebuah proses pengaturan diperlukan agar sebuah usaha tidak sembarangan, mampu melakukan perencanaan, target-target yang diinginkan serta dapat mengantisipasi berbagai kemungkinan sebuah resiko usaha bisnis.

Sebuah langkah profesional yang dilakukan sebelum merancang sebuah manajemen bisnis biasanya dilakukan dengan membuat sebuah rancangan global sebuah bisnis atau yang dikenal dengan business plan.

Business plan menyangkut bagaimana manajemen bisnis serta perencanaannya dari berbagai aspek, diantaranya adalah manajemen pemasaran, manajemen produksi, manajemen finansial dan sebagainya. Melalui sebuah business yang mantap, biasanya sebuah usaha akan meyakinkan untuk dikelola secara maksimal.

Untuk bentuk usaha bisnis dengan skala kecil pun diperlukan sebuah upaya manajemen bisnis yang baik, hanya berbeda pada ukuran skala saja serta pengerjaannya yang lebih sederhana dan bisa dikerjakan rangkap oleh satu atau dua orang dari pengelola bisnis tersebut. Beberapa hal yang menjadi patokan utama manajemen bisnis diantaranya adalah beberapa hal berikut ini:

1. Manajemen produksi
Manajemen produksi merupakan pengaturan dan perencanaan terkait ketersediaan bahan baku maupun bahan jadi yang siap dipasarkan pada sebuah perusahaan bisnis. Manajemen bisnis di bidang produksi menyangkut bagaimana proses produksi itu bisa berlangsung dengan baik sehingga mampu menghasilkan produk atau layanan yang diminati oleh konsumen.

2. Manajemen pemasaran
Manajemen bisnis di bidang pemasaran menyangkut segala bentuk perencanaan, bentuk, target serta tujuan dan hasil dari sebuah proses marketing atau pemasaran. Penjualan yang meningkat dan upaya untuk memperkenalkan produk kepada konsumen merupakan target utama dari sebuah manajemen pemasaran.

Tanpa adanya sebuah manajemen pemasaran yang baik, maka sebuah perusahaan akan mengalami kondisi sulit dalam hal pemasukan atau income yang diperoleh. Pemasaran memegang peran vital terhadap eksistensi sebuah perusahaan. Produk atau jasa yang kurang bermutu pun akan bisa terjual laris apabila perusahaan Anda memiliki seorang manajer pemasaran yang handal. Kreatifitas dan inovasi perlu dijalankan dalam merancang sebuah manajemen bisnis di bidang pemasaran.

3. Manajemen distribusi
Manajemen bisnis di bidang distribusi memegang peran mendukung manajemen pemasaran. Meskipun pemasaran telah berjalan dengan baik, namun apabila manajemen distribusi mengalami hambatan, maka marketing juga akan terganggu. Proses penyaluran barang produksi atau layanan jasa kepada konsumen sangat ditentukan oleh bagaimana pola manajemen distribusi tersebut dirancang oleh sebuah perusahaan.

4. Manajemen finansial
Manajemen finansial di dalam sebuah usaha bisnis menyangkut transparansi dan pengelolaan sirkulasi keuangan sebuah perusahaan. Manajemen keuangan menyangkut bagaimana keuangan perusahaan mampu dibagikan sesuai dengan anggaran yang dimiliki.

Tanpa adanya sebuah manajemen bisnis yang baik di bidang keuangan, maka biasanya perusahaan tidak mendapatkan data keuangan yang jelas. Hal ini biasa dialami oleh para pengelola bisnis kecil yang masih amatiran, dimana manajemen keuangan jarang diperhatikan sehingga untung atau ruginya saja sebuah usaha bisnis sulit ditentukan.

Beberapa bentuk manajemen bisnis di atas sangat penting diperhatikan oleh para pengelola usaha bisnis yang ingin sukses dalam menjalankan sebuah bisnis usaha. Tanpa adanya sebuah manajemen yang baik, maka mustahil sebuah perusahaan akan mampu berjalan dengan baik seperti yang menjadi harapan pemiliknya.

2. Sebutkan sumber daya organisasi yang harus dikelola oleh para manager perusahaan

Peusahaan merupakan organisasi yang terdiri dari berbagai sumber daya organisasi dan dikelola untuk mencapai tujuan. Kegiatan manajement, sangat diperlukan untuk mengkoodinasikan pengelolaan berbagai sumber daya organisasi sautu perusahaan agar dapat menunjang tercapainya tujuan perusahaan secara efektif dan efisien.

Tujuan Pengelolaan Sumber Daya Organisasi
Peter Drucker (1938: 83) menyebutkan adanya sejumlah tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan melalui pengelolaan sumber daya yang mereka miliki. Tujuan-tujuan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Market Standing >> penguasaan pasar yang akan menjadi jaminan bagi perusahaan untuk memperoleh pendapatan penjualan dan profit dalam jangka panjang. Manager akan berupaya mengelola sumber daya organisasi perusahaan sedemikian rupa sehingga produk yang mereka hasilkan dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan pelanggan.

2. Innovation >> penemuan baru dalam produk (barang/jasa) / kemampuan yang dimiliki sumber saya manusia perusahaan untuk menjadikan ide usaha yang mereka miliki menjadi sebuah kenyataan.

3. Physical and Finacial Resources >> penguasaan terhadap sumber daya fisik dan keuangan untuk mengembangakan perusahaan menjadi semakin besar dan menguntungkan.

4. Profitability >> melakukan pengelolaan sumber daya organisasi dengan tujuan agar memperoleh keuntungan.

5. Manager Performance and Development >> orang yang secara operasioanal bertanggung jawab terhadap pencapaian tujuan organisasi agar dapat mengelola perusahaan dengan baik.

6. Worker Performance and Attitude >> untuk kepentingan jangka panjang, maka sikap karyawan terhadap perusahaan dan pekerjaan perlu diperhatikan agar dapat bekerja dengan baik.

7. Public Responsibility >> harus memiliki tanggung jawab sosial seperti memajukan kesejahteraan masyarakat, mencegah terjadinya polusi, dan menciptakan lapangan kerja.

Keunggulan Bersaing Perusahaan (Competitive Advantage)
Manager mengelola perusahaan yang didalamnya terdiri dari berbagai sumber daya organisasi dengan tujuan mencapai hasil-hasil akhir yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. Keunggulan Bersaing adalah hal yang membedakan suatu perusahaan dari perusahaan lainnya dan memberi siri khas bagi perusahaan untuk memenuhi kebutuhan pasar konsumen.

Klasifikasi Sumber Daya Organisasi
Sumber daya organisasi yang harus dikelola oleh para manajer dapat dibagi ke dalam 2 kelompok besar, yakni aset berwujud (tangible asset) dan aset tidak berwujud (intangible asset).

Aset berwujud >> aset yang dimiliki perusahaan yang dapat dilihat secara kasat mata. contohnya: bangunan pabrik dengan berbagai peralatan mesin di dalamnya. Aset tidak berwujud >> berbagai sumber daya nonfisik yang diciptakan oleh perusahaan dan karyawannya. contohnya: nama merk, reputasi perusahaan, hak cipta, merek dagang, dll.
Klasifikasi sumber daya organisasi lainnya adalah dengan menghubungkan sumber daya yang dimiliki perusahaan beserta fungsi organisasi yang ada di dalam sebuah organisasi perusahaan. Berdasarkan klasifikasi ini, sumber daya organisasi dapat dikelompokkan menjadi: 

1. Sumber Daya Manusia (Man/Human Resources) >> manusia dengan berbagai keahlian yang dimilikinya sangat dibutuhkan dalam pencapaian tujuan organisasi.

2. Keuangan (Money/Capital) >> alat yang penting untuk mencapai tujuan karena segala sesuatu harus diperhitungkan secara rasional.

3. Bahan Baku Produksi (Materials) >> materi dari manusia tidak dapat dipisahkan, tanpa materi tidak akan tercapai hasil yang dikehendaki.

4. Mesin-mesin dan Peralatan (Machinesries and Equipment) >> berperan sangat besar dalam penciptaan keunggulan bersaing sebuah perusahaan, dan digunakan untuk memberi kemudahan atau menghasilkan keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efisiensi kerja.

5. Teknologi (Technology) >> aplikasi ilmu pengetahuan ke dalam produk yang dapat membantu manusia dalam kehidupan ini.

6. Pasar (Merket) >> tempat dimana organisasi menyebarluaskan atau memasarkn produknya, agar pasar dapt dikuasai, maka kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan daya beli konsumen.

7. Informasi (information) >> berkat perkembangan informasi dimana perusahaan dapat membuat data warehouse dan melakukan data mining sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

3.Apa yang dimaksud dengan Proses Manajemen ?

Proses manajemen adalah daur beberapa gugusan kegiatan dasar yang berhubungan secara integral, yang dilaksanakan di dalam manajemen secara umum, yaitu proses perencanaan, proses pengorganisasian, proses pelaksanaan dan proses pengendalian, dalam rangka mencapai sesuatu tujuan secara ekonomis. Sesungguhnya keempat proses itu merupakan hasil ikhtisar dari pelbagai pendapat praktisi dan ahli mengenai manajemen.

Aneka Gagasan

  • Menurut Henri Fayol : “perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, koordinasi”.
  • Menurut Gulick dan Urwick: “Perencanaan, pengorganisasian, staffing, pengarahan, koordinasi, pelaporan dan penganggaran”.
  • Menurut William M. Fox: “Perencanaan, pengorganisasian, pengendalian”.
  • Menurut Ernest Dale: “Perencanaan, pengorganisasian, staffing, pengarahan, pengendalian, inovasi, representasi”.
  • Menurut Koontz dan O’Donnell: “perencanaan, pengorganisasian, staffing, pengarahan, pengendalian”.

Saripati

Semua gagasan itu didasarkan pada pra-anggapan yang menghendaki pembagian proses kerja para manajer menjadi bagian-bagian yang dapat dilaksanakan. Proses-proses itu berulangkali dinyatakan sebagai “langkah-langkah dasar manajemen”, batu-batu fondasi manajemen.

  1. Proses perencanaan meliputi gagasan bahwa manajemen mengantisipasi berbagai kondisi seperti peluang dan kendala di masa depan, dan berusaha menetapkan lebih dulu apa yang harus mereka lakukan dan apa yang akan mereka capai.
  2. Proses pengorganisasian berarti menempatkan orang dan prasarana serta sarana dan sumberdaya dalam suatu tata-hubungan yang kondusif untuk bekerja sama menuju sasaran bersama.
  3. Proses pelaksanaan meliputi pemberian arahan, perintah kerja, dorongan dan motivasi kerja, serta pemecahan masalah. Sementara itu
  4. Proses pengendalian dilakukan dengan pengamatan, mencermati laporan, dan melakukan inspeksi supaya pekerjaan di semua bagian sesuai dengan persyaratan kualitas dan ketentuan rencana hasil, dan sesuai dengan anggaran biaya.

Realitas Sebenarnya

Pekerjaan manajemen dalam kenyataannya tidak sesederhana mengucapkan daftar kata “perencanaan”, “pengorganisasian”, “pelaksanaan” dan “pengendalian” seperti mantera. Tetapi keempat kata itu mewakili rumpun kegiatan yang kompleks menurut bidang kegiatan lembaga yang dimanajemeni sebagai kategorisasi pemikiran.

Proses manajemen itu ditanamkan karena sederhana dan gampang dipahami pada para peserta gugus-mutu, dalam rangka memanajameni pekerjaan mereka masing-masing.

4.Apa yang dimaksud dengan Proses dan Fungsi Manajemen

Proses manajemen adalah daur beberapa gugusan kegiatan dasar yang berhubungan secara integral, yang dilaksanakan di dalam manajemen secara umum, yaitu proses perencanaan, proses pengorganisasian, proses pelaksanaan dan proses pengendalian, dalam rangka mencapai sesuatu tujuan secara ekonomis.

Sedangkan Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20.Ketika itu, ia menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan mengendalikan. Namun saat ini, kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi tiga[butuh rujukan], yaitu:

Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.

Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, dan pada tingkatan mana keputusan harus diambil.

Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha.

 

5.Proses pengendalian terdiri dari 3 aktivitas?

Pengendalian merupakan konsep yang luas yang berlaku untuk manusia, benda, situasi, dan organisasi. Dalam organisasi pengendalian meliputi berbagai proses perencanaan dan pengendalian.

Dasar dari proses pengendalian adalah pemikiran untuk mengarahkan suatu variabel, atau sekumpulan variabel, guna mencapai tujuan tertentu. Dalam organisasi , manusia merupakan variabel yang harus diarahkan, dituntun, atau dimotivasi untu mencapa tujuan.

Pengendalian manajemen adalah semua meode, prosedur, dan sarana, termasuk sistem pengendalian manajemen, yang digunakan manajemen untuk memastikan dipatuhinya kebijakan-kebijakan dan strategi-strategi organisasi.

Sistem pengendalian manajemen adalah suatu proses dan struktur yang tertata secara sistematik yang digunakan manajemen dalam pengendalian manajemen.

Pengendalian manajemen meliputi baik pengendalian formal maupun informal. Di atas proses-proses pengendalian formal, terdapat pengendalian motivasi informal yang mendorong para manajer dan karyawan untuk terus menjaga agar organisasi bergerak maju menuju sasaran yang telah ditetapkan.

Sistem pengendalian informal, yang adakalanya tercermin dalam kebijakan-kebijakan tak tertulis organisasi, merupakan bagian dari budaya pngendalian organisasi. Budaya ini dapat mencakup proses-proses yang tak terucapkan untuk memotivasi para manajer guna mengambil tindakan-tindakan yang dikehendaki, dan mencegah serta memperbaiki aryawan dan unit-unit organisasi dari tindakan-tindakan yang tidak layak.

Proses pengendalian manajemen meliputi tiga tahap : tindakan perencanaan, pelaksanaan tindakan, dan evaluasi tindakan

Ketiga tahap ini terjadi di berbagai tingkat dalam suatu organisasi, dari tingkat manajemen puncak sampai ke unit operasi terkecil.

Pengendalian manajemen mencakup sistem pengendalian manajemen yang terdiri atas tataan organisasi, wewenang, tanggung jawab, dan informasi untuk memungkinkan pelaksanaan pengendalian dan untuk memproses sekumpulan tindakan yang memastikan

bahwa organisasi bekerja untuk mencapai tujuannya.

Pengendalian manajemen adalah alat bagi para manajer, yang menggunakannya dalam interaksi di antara mereka dan dengan bawahan.

Proses pengendalian manajemen menganggap bahwa strategi telah ditetapkan (tertentu) dan mengembangkan suatu sistem untuk mengimplementasikannya.

Pengendalian manajemen diarahkan ke segi yang lebih positif. Pengendalian ini bertujuan mendorong, membantu, dan memotivasi manajer dan karyawan untuk melaksanakan strategi organisasi dan untuk mematuhi kebijakan organisasi dalam pelaksanaan tersebut. Pengendalian manajemen, tidak terlalu menekankan pada pencarian dan perbaikan kesalahan dan ketidak-beresan.

Peran manajemen dalam pengendalian dinamakan pengendalian manajemen, dan sistem yang digunakan untuk melakukan hal ini seperti mengumpulkan dan menganalisis informasi, mengevaluasinya, dan memanfaatkannya bersama sarana-sarana lain untuk mengendalikan kegiatan dinamakan sistem pengendalian manajemen.

Karena fokusnya adalah pada manusia dan implementasi rencana, pengendalian manajemen membutuhkan pertimbangan-pertimbangan psikologis yang kuat. Kegiatan-kegiatan seperti komunikasi, membujuk, menasehati, memberi semangat, dan mengkritik merupaakan bagian penting dari proses ini.

Pengendalian manajemen menyangkut implementasi strategi. Pengendalian ini banyak memanfaatkan informasi umpan balik. Pengendalian manajemen lebih banyak menekankan pada pengendalian variabel-variabel intern. Pengendalian manajemen digunakan untuk mengendalikan keseluruhan organisasi.

Teknik-teknik yang digunakan dalam pengendalian manajemen untuk mengevaluasi jarang sekali yang sifatnya presisi, sehingga sukar pula memastikan bahwa kegiatan-kegiatan telah berjalan sesuai dengan yang diinginkan.

Pengendalian manajemen, yang berorientasi kepada manusia, lebih diarahkan untuk membantu para manajer melaksanakan strategi-strategi organisasi daripada untuk mengoreksi unjuk kerja agar sesuai dengan standar unjuk kerja tertentu.

Dalam pengendalian manajemen, pertimbangan psikologis dominan. Sistem pengendalian manajemen tidak secara langsung atau dengan sendirinya beraksi tanpa intervensi manusia.

Banyak dari informasi dalam suatu sistem pengendalian manajemen terdiri atas ikhtisar atau kumpulan beberapa transaksi; biaya produksi untuk sebulan, status sekelompok barang sediaan, dan biaya pemeliharaan total.

Pengendalian adalah proses mengarahkan sekumpulan variabel untuk mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Pengendalian merupakan konsep yang luas yang berlaku untuk manusia, benda, situasi, dan organisasi. Dalam organisasi pengendalian meliputi berbagai proses perencanaan dan pengendalian. Bagian yang terpenting dari proses ini berbentuk pengendalian manajemen: tindakan-tindakan yang dilakukan manajemen untuk mengarahkan orang, mesin, dn fungsi-fungsi guna mencapai tujuan dan sasaran oragnisasi. Untuk kepentingan mengembangkan sistem pengendalian manajemen, kita membedakan pengendalian manajemen dengan kegiatan-kegiatan perencanaan dan pengendalian lainnya.

Kita akan menggunakan delapan istilah berikut untuk mengantarkan subyek pngendalian manajemen.

1.   Organisasi : Sebuah kelompok manusia yang berinteraksi melakukan berbagai kegiatan secara terkoordinasi sebagai suatu kesatuan tersendiri untuk mencapai cita-cita, misi atau tujuan.

2.   Strategi : Rencana tindakan umum jangka panjang yang mengarahkan perumusan kebijakan dan program-program tindakan organisasi.

3.   Kebijakan : Aturan atau seperangkat aturan umum yang menuntun tindakan-tindakan organisasi.

4.   Pemograman : Pengembangan dan pemilihan program-program yang akan dilaksanakan.

5.   Pengendalian strategi : Semua metode dan analisis yang digunakan untuk memantau, mengevaluasi, dan memodifikasi strategi dalam menyesuaikan kegiatan-kegiatan organisasi dengan kebutuhan untuk bertahan hidup yang ditimbulkan oleh kekuatan-kekuatan luar yang terus-menerus berubah.

6.   Pengendalian organisasi : Mengarahkan sekumpulan variabel (mesin, orang, peralatan) menuju sasaran yang telah ditetapkan.

7.   Pengendalian manajemen : Semua meode, prosedur, dan sarana, termasuk sistem pengendalian manajemen, yang digunakan manajemen untuk memastikan dipatuhinya kebijakan-kebijakan dan strategi-strategi organisasi.

8.   Sistem pengendalian manajemen : Suatu proses dan struktur yang tertata secara sistematik yang digunakan manajemen dalam pengendalian manajemen.

Hal pertama yang perlu dilakukan manajemen membentuk atau mengubah organisasi adalah menentuakan apa yang harus dilakukan oraganisasi dan bagaimana melakukannya. Hasil dari perencanaan strategik ini adalah seperangkat tujuan bagi organisasi dan berbagai strategi untuk mencapai tujuan. Strategi yang dikembangkan meliputi baik kebijakan yang medomani cara bertindak maupun programprogram kegiatan umum untuk mencapai tujuan.

Setelah program-program dan kebijakan-kebijakan ini ditetapkan, manajemen membutuhkan cara untuk memastikan bahwa para anggota organisasi melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan. Pengendalian adalah proses yang digunakan untuk melakukan hal ini. Ini dapat berupa pengendalian strategi, yang tujuannya adalah memastikan bahwa strategi yang digunakan sudah tepat, dan pengendalian organisasi, yang tujuannya adalah memastikan bahwa para anggota organisasi melakukan apa yang dikehendaki organisasi. Peran manajemen dalam pengendalian dinamakan pengendalian manajemen, dan sistem yang digunakan untuk melakukan hal ini seperti mengumpulkan dan menganalisis informasi, mengevaluasinya, dan memanfaatkannya bersama sarana-sarana lain untuk mengendalikan kegiatan dinamakan sistem pengendalian manajemen.

Pengantar Situasi Pengendalian

Dasar dari proses pengendalian adalah pemikiran untuk mengarahkan suatu variabel, atau sekumpulan variabel, guna mencapai tujuan tertentu. Dalam organisasi , manusia merupakan variabel yang harus diarahkan, dituntun, atau dimotivasi untu mencapa tujuan. Orang-orang yang melakukan pengarahan disebut manajemen. Sementara manajemen menjalankan fungsi-fungsinya yang lain, fungsi pengendalian manajemen tetap berjalan dalam organisasi. Sistem pengendalian juga digunakan dalam stuasi-stuasi  di  luar  organisasi,  tetapi  setiap  sistem   pengendalian   akan   mempunyai

sediitnya keempat komponen berikut:

1.   Alat pengamatan yang mendeteksi, mengamati dan mengukur, atau menguraikan kegiatan-kegiatan atau fenomena lain yang dikendalikan. Istilah untuk komponen ini adalah observor, etektor, atau sensor.

2.   Alat penilai yang mengevaluasi unjuk kerja dari suatu kegiatan atau organisasi, biasanya berhubungan dengan standar teertentu atau harapan mengenai yang seharusnya, dan mengidentifiasikan kegiatan dan kondisi yang lepas endali. Komponen ini dinamakan evaluator, sensor, atau selektor.

3.   Alat modifikasi perilaku untuk mengubah unjuk kerja jika diperlukan. Komponen ini dinamakan direktor, modifier, atau selektor.

4.   Alat untuk menyebar-luaskan informasi ke alt-alat lain. Komponen ini dinamakanjaringan komunikasi.

Pengendalian dalam Organisasi

Pemilihan alat-alat detektor, asesor, dan efektornya memerlukan pertimbangan-pertimbangan mengenai kondisi-kondisi berikut sebelum penyusunan sistem pengendalian dilakukan:

1.   Lingkungan, baik eksternal(tingkat dan sifat persaingan, perkembangan dalam industri, kebijakan pemerintah, keadaan sosial dan ekonomi secara umum) maupun internal (dukungan manajemen puncak bagi standar pengendalian, seberapa jauh ketegasan penerapan pengendalian formal di seluruh organisasi, serta macam kegiatan-kegiatan internal), di mana organisasi berada dan beropersi.

2.   Besarnya kecenderungan organisasi, atau bagian-bagiannya, untuk lepas kendali. Kecenderungan ini berkaitan dengan karakter para karyawan, rentang tanggung jawab manajer, struktur organisasi, kualitas kepemimpinan organisasi, tingkat pengetahuan karyawan akan pekerjaannya, sifat proses produksi, kepekaan organisasi terhadap kejadian-kejadian luar, dan sejumlah besar pertimbangan-pertimbangan serupa lainnya.

3.   Kelengkapan sarana dan teknik pengendalian yang tersedia untu mengamati, menilai, dan mengubah berbagai kecenderungan kegagalan organisasi dalam mencapai tujuannya. Ini meliputi alat-alat yang spesifik dan sesuai serta terkoordinasi yang berfungsi sebagai suatu sistem pengendalian bagi keseluruhan organisasi.

Kondisi-kondisi ini, yang dapat dievaluasi dengan sistem pengendalian strategik, akan mempengaruhi macam struktur dan strategi yang digunakan organisasi untuk mencapai tujuannya. Pengendalian organisasi bertujuan mengimplementasikan strategi-strategi ini dengan mengarahkan manusia serta sumber daya lainnya sehingga tujuan organisasi tercapai.

Pengendalian organisasi secara keseluruhan, di pihak lain, jauh lebih rumit daripada contoh-contoh terdahulu. Pengendalian ini membutuhkan sistem pengendalian manajemen, suatu istilah yang menunjukkan bahwa pengendalian organisasi dilakukan melalui manajer-manajer. Beberapa kondisi membuat pengendalian manajemen merupakan sistem pengendalian yang rumit, yaitu:

1.   Organisasi terdiri atas berbagai departemen, divisi, dan kelompok, masing-masing dengan tingkat otonomi tertentu, yang menghendaki agar sistem pengendalian mengkoordinasi, memotivasi, dan memperbaiki kesalahan-kesalahan dan ketiak-beresan sehingga manajer-manajer setiap unit bekerja untuk mencapai tujuan organisasi secara keseluruhan, bukan tujuan mereka sendiri-sendiri.

2.   Standar yang digunakan untuk menilai unjuk kerja organisasi tidak ditentukan oleh kondisi luar. Sampai batas yang cukup jauh, tujuan organisasi ditentukan oleh pimpinan organisasi. Perencanaan dilakukan dalam menentukan baik tujuan maupun prosesyang harus digunakan organisasi untuk mencspainya. Yang terakhir ini, khususnya, mengaitkan pengendalian dengan perencanaan begitu eratnya sehingga untuk banyak kepentingan keduanya dapat dipandang sebagai satu proses.

3.   Pengendalian manajemen meliputi baik pengendalian formal maupun informal. Di atas proses-proses pengendalian formal, terdapat pengendalian motivasi informal yang mendorong para manajer dan karyawan untuk terus menjaga agar organisasi bergerak maju menuju sasaran yang telah ditetapkan.

Sistem pengendalian informal, yang adakalanya tercermin dalam kebijakan-kebijakan tak tertulis organisasi, merupakan bagian dari budaya pngendalian organisasi. Budaya ini dapat mencakup proses-proses yang tak terucapkan untuk memotivasi para manajer guna mengambil tindakan-tindakan yang dikehendaki, dan mencegah serta memperbaiki aryawan dan unit-unit organisasi dari tindakan-tindakan yang tidak layak.

Proses Pengendalian

Proses pengendalian manajemen meliputi tiga tahap : tindakan perencanaan, pelaksanaan tindakan, dan evaluasi tindakan. Tahap-tahap ini dapat terjadi sebelum, selama, atau setelah suatu tindakan atau kejadian. Selain itu, ketiga tahap ini terjadi di berbagai tingkat dalam suatu organisasi, dari tingkat manajemen puncak sampai ke unit operasi terkecil.

Tiga macam proses perencanaan dan pengendalian yang digunakan dalam organisasi: pengendalian strategik, manajemen, dan tugas. Pada bagian ini, kita akan membahas perbedaan ketiganya. Tujuannya adalah menetapkan batas-batas sistem pengendalian manajemen dan membedakan sistem-sistem ini dari proses pengendalian manajemen.

  1. Perencanaan dan pengendalian strategik adalah proses memutuskan dan mengevaluasi tujuan organisasi, serta formulasi dan reformulasi strategi-strategi umum yang digunakan dalam mencapai tujuan-tujuan ini. Proses ini menggunakan metode-metode yang berbeda dengan yang digunakan untuk pengendalian manajemendan pengendalian tugas.
  2. Pengendalian manajemen adalah proses yang dilakukan manajemen untuk memastikan bahwa organisasi melaksanakan strategi-strateginya.
  3. Pengendalian tugas adalah proses untuk memastikan bahwa tugas-tugas tertentu telah dilaksanakan secara efektif dan efisien.

Ketiga proses ini tidak dapat dipisahkan secara tegas; yang satu bertumpang tindih dengan yang lain. Strategi merupakan pedoman bagi pengendalian manajemen, dan pengendalian manajemen merupakan pedoman bagi pengendalian tugas.

Pengendalian Manajemen

Pengendalian manajemen terutama adalah proses untuk memotivasi dan memberi semangat orang-orang yang melaksanakan kegiatan-kegiatan demi mencapai tujuan organisasi. Ini juga merupakan proses untuk mendeteksi dan mengoreksi kesalahan-kesalahan unjuk kerja yang tidak disengaja serta ketidak beresan yang disengaja, seperti pencurian ataupun penyalah-gunaan sumber daya.

Proses. Pengendalian manajemen mencakup sistem pengendalian manajemen yang terdiri atas tataan organisasi, wewenang, tanggung jawab, dan informasi untuk memungkinkan pelaksanaan pengendalian dan untuk memproses sekumpulan tindakan yang memastikan bahwa organisasi bekerja untuk mencapai tujuannya.

Manajer. Pengendalian manajemen adalah alat bagi para manajer, yang menggunakannya dalam interaksi di antara mereka dan dengan bawahan. Ini adalah proses yang berorientasi kepada manusia. Manajer-manajer ini merupakan titik fokus dalam pengendalian manajemen. Mereka menyusun rencana untuk mengimplementasikan strategi dan mencapai tujuan, dan merekalah orang-orang yang harus mempengaruhi orang lain dan yang unjuk kerjanya diukur. Pejabat-pejabat staf organisasi mengumpulkan, menyarikan, dan menyajikan informasi yang berguna dalam proses ini, dan mereka membuat perhitungan-perhitungan yang menerjemahkan pertimbangan-pertimbangan manajemen ke dalam format sistem.

Karena fokusnya adalah pada manusia dan implementasi rencana, pengendalian manajemen membutuhkan pertimbangan-pertimbangan psikologis yang kuat. Kegiatan-kegiatan seperti komunikasi, membujuk, menasehati, memberi semangat, dan mengkritik merupaakan bagian penting dari proses ini.

Tujuan. Tujuan-tujuan organisasi ditetapkan sebelum proses perencanaan strategik. Tujuan-tujuan ini biasanya tidak dikaitkan dengan waktu dan tidak mengenal batas waktu, meskipun informasi yang diperoleh selama proses pengendalian strategik dapat menyebabkan terjadinya perubahan tujuan. Setelah tujuan organisasi ditetapkan, proses perencanaan strategik dapat digunakan untuk mengembangkan strategi-strategi dalam bentuk cara mencapai tujuan.

Efisiensi dan efektivitas. Pengendalian manajemen memanfaatkan pengendalian tugas untuk memastikan unjuk kerja yang efektif dan efisien di tingkat tugas. Efektivitas diartikan sebagai kemmpuan suatu unit untuk mencapai tujuan yang diinginkan, sedangkan efisiensi menggambarkan berapa banyak masukan yang diperlukan untuk menghasilkan satu unit keluaran tertentu. Unit organisasi yang paling efisien adalah unit yang dapat menghasilkan sejumlah keluaran terbanyak denagn masukan yang tersedia.

Efektivitas selalu berkaitan dengan tujuan organisasi. Efisiensi sendiri belum tentu terkait dengan tujuan tertentu. Unit organisasi yang efisien adalah unit yang melakukan apapun dengan penggunaan sumber daya minimal; tetapi jika yang dilakukannya – keluarannya – tidak mencapai tujuan organisasi, unit tersebut tidak efektif.

Manajer-manajer senior menggunakan sistem pengendalian manajemen untuk mendeteksi situasi-situasi lepas kendali, bila operasi organisasi tidak efisien atau tidak efektif, dan untuk meyakinkan diri sendiri bahwa organisasi telah melaksanakan strateginya secara efektif dan efisien. Proses pemastian ini penting bagi manajer terutama karena, ketika mereka bertindak sebagai manajer, mereka tidak mengerjakan pekerjaan itu sendiri. Fungsi mereka adalah memastikan bahwa pekerjaan telah dilakukan oleh orang lain; dan bila mereka tidak dapat mengamati pekerjaan yang edang dilakukan orang lain itu, mereka memerlukan pemastian dari sistem pengendalian manajemen bahwa pekerjaan tersebut memang sedang dilaksanakan.

Karakteristik dari sistem pengendalian manajemen. Pengendalian manajemen meliputi baik tindakan-tindakan untuk menuntun dan memotivasi usaha guna mencapai tujuan organisasi maupun tindakan-tindakan untuk mengoreksi unjuk kerja yang tidak efektif dan tidak efisien.

Sistem pengendalian manajemen yang berbeda diperlukan untuk situasi yang berbeda, tetapi semuanya mempunyai karakteristik berikut:

1.   Sistem pengendalian manajemen difokuskan pada program dan pusat-pusat tanggung jawab. Program adalah kegiatan-kegiatan yang menyangkut produk, lini produk, riset, dan pengembangan, atau kegiatan-kegiatan serupa yang dilakukan organisasi untuk mencapai tujuannya. Pusat pertanggung jawab unit organisasi yang dipimpin seorang manajer yang bertanggung jawab.

2.   Informasi yang diproses pada sistem pengendalian manajemen terdiri atas dua macam; (a) data terencana dalam bentuk program, anggaran, dan standar, dan (b) data aktual mengenai apa yang telah atau sedang terjadi, baik di dalam maupun diluar organisasi.

3.   Sistem pengendalian manajemen merupakan sistem organisasi total dalam arti bahwa sistem ini mencakup semua aspek dari operasi organisasi. Fungsinya adalah membantu manajemen menjaga keseimbangan semua bagian operasi dan mengoperasikan organisasi sebagai suatu kesatuan yang terkoordinasi.

4.   Sistem pengendalian manajemen biasanya berkaitan erat dengan struktur keuangan, di mana sumber daya dan kegiatan-kegiatan organisasi dinyatakan dalam satuan moneter.

5.   Aspek-aspek perencanaan dari sistem pengendalian manajemen cenderung mengikuti pola dan jadwal tertentu.

6.   Sistem pengendalian manajemen adalah sistem yang terpadu dan terkoordinasi di mana data yang terkumpul untuk berbagai kegunaan dipadukan untuk saling dibandingkan setiap saat pada setiap unit organisasi.

Perencanaan dan Pengendalian Strategik

Pengendalian manajemen menyangkut implementasi strategi. Pengendalian strategik mengacu pada pemeliharaan kondisi lingkungan dari strategi. Kedua jenis pengendalian ini banyak memanfaatkan informasi umpan balik, tetapi informasi umpan balik pada pengendalian strategik digunakan untuk mengevaluasi latar belakang dari strategi-strategi sedang berjalan serta asumsi-asumsi lingkungan yang menjadi dasar perumusan-ulang strategi. Pengendalian manajemen lebih banyak menekankan pada pengendalian variabel-variabel intern, sedangkan pengendalian strategik seringkali mengurusi perubahan-perubahan pada variabel-variabel ekstern terhadap mana organisasi harus menyesuaikan diri. Sejauh variabel-variabel ektern dapat dikendalikan oleh organisasi, perbedaan antara metode pengendalian strategi dan metode pengendalian manajemen cenderung memudar. Namun, kedua jenis pengendalian ini harus dipandang sebagai dua fungsi yang terpisah agar kemampuan-kemampuan manjerial yang berbeda dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Perencanaan strategik adalah proses untuk merumuskan kegiatan-kegiatan jangka panjang yang mencakup baik penetapan tujuan maupun kebijakan  pengarah  dan  strategi

untuk mencapai tujuan tersebut.

Sekali keputusan dan rumusan perencanaan strategik ditetapkan, pengendalian manajemen bertugas memastikan agar kebijakan dan strategi ini dilaksanakan. Bila organisasi bekerja sesuai dengan arahan kebijakan dan strategi tersebut, organisasi dikatakan “terkendali” Bila tidak, dikatakan “lepas kendali”.

Perbedaan antara pengendalian manajemen dengan perencanaan dan pengendalian strategik. Perencanaan strategik mendahului proses pengendalian manajemen. Proses pengendalian manajemen menganggap bahwa strategi telah ditetapkan (tertentu) dan mengembangkan suatu sitem untuk mengimplementasikannya. Pengendalian strategik biasanya mendahului tetapi mungkin juga mengikuti proses pengendalian manajemen jika tujuan organisasi tidak tercapai, meskipun strategi telah dilaksanakan secara efektif dan efisien.

Proses perencanan strategik pada dasrnya bersifat tidak reguler, sedangkan pengendalian manjemen merupakan proses yang cukup sistematik dan kontinu.

Kebanyakan informasi untuk pengendalian manajemen dikembangkan secara internal dalam bentuk tindakan-tindakan ekonomis dan psikologis yang dapat digunakan untuk menyemangati, menuntun, dan mengoreksi tindakan-tindakan para manajer.

Proses pengendalian manajemen dan proses perencanaan strategik cenderung bertumpang-tindih sewaktu-waktu, tetapi macam alat analisis yang digunakan, macam pemikiran yang diperlukan, dan sumber informasi yang digunakan berbeda dan perlu secara jelas dibedakan.

Pengendalian Tugas

Pengendalian tugas diartikan sebagai pengendalian secara rinci prosedur-prosedur pekerjaan individual. Sistem ini terdiri dari tiga bagian yang saling berkaitan.

  1. Identifikasi titik-titik kegiatan di bidang-bidang seperti penjadwalan, tingkat sediaan, dan tugas-tugas lain di mana penyimpangan dari rencana mungkin terjadi. Ini akan bergantung pada tingkat risiko penyimpangan dan biaya untuk melaksanakan pengendalian tugas.
  2. Pemilihan teknik dan metode pengendalian yang sesuai untuk setiap bidang, titik, atau kegiatan yang teridentifikasi untuk mencegah atau memperbaiki penyimpangan dari rencana. Teknik dari metode yang berbeda digunakan untuk situasi yang berbeda.
  3. Peninjuan yang terus menerus untuk memastikan bahwa sistem cukup memdai untuk pengendalian dan bahwa para karyawan tidak mengabaikan sistem pengendalian ini.

Setiap kegiatan dalam proses melaksanakan suatu tugas merupakan titik pengendalian yang mugkin untuk mengevaluasi unjuk kerja pelaksanaan tugas tersebut.

Perbedaan antara pengendalian manajemen dan pengendalian tugas

Pengendalian manajemen dan pengendalian tugas mempunyai beberapa kesamaan. Keduanya membutuhkan lingkungan pengendalian internal yang mendukung kerjasama, efisiensi, kompetensi, kejujuran, dan kepercayaan terhadap organisasi. Kekakuan yang dibutuhkan keduanya bervariasi bergantung pada ketidak-pastian internal dan kemungkinan penyimpangan dari tujuan organisasi. Keduanya membutuhkan penggunaan alat dan teknik pengendalian yang berbeda sesuai dengan lingkungan dan ketidak-pastian yang dihadapi organisasi.

Perbedaan dari keduanya yaitu; pengendalian manajemen digunakan untuk mengendalikan keseluruhan organisasi sedangkan tiap-tiap prosedur pengendalian tugas dirancang khusus untuk kebutuhan suatu unit dalam organisasi. Pengendalian manajemen bertolak dari strategi, sedangkan pengendalian tugas bertolak dari seperangkat prosedur dan aturan.

Teknik-teknik yang digunakan dalam pengendalian manajemen untuk mengevaluasi jarang sekali yang sifatnya presisi, sehingga sukar pula memastikan bahwa kegiatan-kegiatan telah berjalan sesuai dengan yang diinginkan.

Pengendalian manajemen, yang berorientasi kepada manusia, lebih diarahkan untuk membantu para manajer melaksanakan strategi-strategi organisasi daripada untuk mengoreksi unjuk kerja agar sesuai dengan standar unjuk kerja tertentu.

Pengendalian manajemen terutama mengendaliakan manusia, pengendalian tugas terutama mengendalikan benda. Dalam pengendalian manajemen, pertimbangan psikologis dominan. Sistem pengendalian manajemen tidak secara langsung atau dengan sendirinya beraksi tanpa intervensi manusia.

Sistem pengendalian manajemen formal biasanya disusun sesuai dengan strukturu keuangan dan  menggunakan  ukuran-ukuran  keuangan  untuk  pengendalian,  sedangkan

pengendalian tugas seringkali tidak menggunakan satuan uang.

Banyak dari informasi dalam suatu sistem pengendalian manajemen terdiri atas ikhtisar  atau   kumpulan   beberapa   transaksi;   biaya   produksi   untuk   sebulan,  status

sekelompok barang sediaan, dan biaya pemeliharaan total.

Keberhasilan proses pengendalian manajemen bergantung pada kualifikasi para manajer; namun demikian, pemilihan, penempatan, dan promosi personil, yang biasanya berada di luar sistem pengendalian manajemen formal, digunakan untuk memastikan bahwa hanya manajer-manajer yang memiliki kemampuan pertimbangan yang baik, pengetahuan yang memadai, dan kemampuan untuk mempengaruhi orang lainlah yang mendapat tanggung jawab untuk menuntun dan mengarahkan organisasi menuju sasarannya.

Perbedaan antara pengendalian manajemen dan pengendalian akuntasi intern

Gagasan mengenai pegendalian akuntansi intern untuk laporan-laporan akuntansi publik telah digunakan selama bertahun-tahun dalam organisasi-organisasi usaha. Cakupan kegiatannya dan jumlah orang yang dilihat telah semakin besar di tahun-tahun terakhir karena pengendalian ini telah pula digunakan oleh beberapa organisasi sebagai pengganti pengendalian manajemen. Sekarang, auditor intern telah merupakan bagian dari proses pengendalian yang digunakan oleh organisasi-organisasi besar. Secara tradisional, sistem pengendalian akuntansi menekankan pada tindakan-tindakan untuk mencegah kesalahan dan ketidak beresan.

Pengendalian manajemen diarahkan ke segi yang lebih positif. Pengendalian ini bertujuan mendorong, membantu, dan memotivasi manajer dan karyawan untuk melaksanakan strategi organisasi dan untuk mematuhi kebijakan organisasi dalam pelaksanaan tersebut. Pengendalian manajemen, tidak terlalu menekankan pada pencarian dan perbaikan kesalahan dan ketidak-beresan.

Auditor intern membantu usaha-usaha untuk mengembangkan dan memadukan pengendalian akuntansi dengan perencanaan manajemen sampai pengendlian akuntansi dan auditing terintegrasi sebagai bagian dari proses pengendalian manajemen. Untuk melakukan ini mungkin diperlukan auditor ektern guna mengaudit bukan hanya kesesuaian dengan standar akuntansi, melainkan juga efisiensi dan efektivitas perencanaan, pengkoordinasian, dan unjuk kerja organisasi. Usaha lainnya juga telah dilakukan untuk menyesuaikan pengendalian akuntansi intern dengan pengendalian tugas.

Tinjauan Sistem Pengendalian Manajemen

Struktur

Struktur pengendalian manajemen dipusatkan pada berbagai macam pusat tanggung jawab. Pusat tanggung jawab adalah suatu unit organisasi yang dikepalai oleh seorang manajer yang bertanggung jawab. Pusat-pusat ini dikelompokan berdasarkan sejauh mana masukan dan keluaran yang menjadi tanggung jawab manajer pusat diukur dalam satuan moneter.

Proses

Mayoritas proses pengendalian manajemen melibatkan komunikasi dan interaksi informal di kalangan manajer dan karyawan. Komunikasi informal terjadi melalui memo, rapat, percakapan, bahkan melalui isyarat-isyarat seperti ekspresi wajah. Walaupun kegiatan informal ini sangat penting dalam pengendalian manajemen, sulit untuk diuraikan secara sistematis. Disamping pengendalian informal, kebanyakan perusahaan mempunyai sistem pengendalian formal, yang meliputi tahap-tahap pemograman, penganggaran, operasi dan pengukuran, serta pelaporan dan analisis, yang saling berkaitan.

Pemograman. Pemograman adalah proses memilih program spesifik untuk kegiatan-kegiatan organisasi. Program-program ini yang merupakan hasil dari proses pemograman memperlihatkan, mana, kapan, dan berapa banyak sumber daya akan digunakan untuk tiap-tiap program. Program menunjukkan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan organisasi dalam rangka pelaksanaan strateginya. Pada perusahaan yang berorientasi kepada laba, setiap produk atau lini produk adalah program. Kegiatan riset dan pengembangan mungkin juga merupakan program. Inti dari suatu program adalah seperangkat  tindakan  yang  menuju  kepada  produksi  atau  distribusi  keluaran  berupa

barang atau jasa dengan menggunakan sumber daya dari satu atau lebih unit organisasi.

Penganggaran. Anggaran operasi suatu organisasi merupakan rencana tindakannya, biasanya dinyatakan dalam satuan uang, untuk periode tertentu, biasanya satu tahun. Dalam proses penganggaran, anggaran umumnya, disusun dengan menggabungkan anggaran-anggaran divisi dan departemen, yang merupakan tanggung jawab manajer divisi atau departemen. Sebagai bagian dari proses ini, masing-masing program diterjemahkan ke dalam kegiatan-kegiatanyang berkaitan dengan tanggung jawab manajer dari setiap pusat tanggung jawab untuk periode tersebut. Tiap-tiap manajer bertugas melaksanakan suatu program atau sebagian program. Walaupun alat pelaksanaan strategi pada mulanya dikembangkan sebagai program-program, dalam proses penganggaran program-program ini diterjemahkan ke dalam bentuk tugas-tugas pusat tanggung jawab. Proses penyusunan anggaran pada dasarnya merupakan ajang negosiasi antara manajer pusat tanggung jawab dengan atasannya untuk menetukan apa yang akan dilakukan manajer dan dengan cara bagaimana. Hasil akhir dari negosiasi ini adalah pernyataan yang telah disahkan mengenai pendapatan dan pengeluaran yang diharapkan selama tahun anggaran untuk setiap pusat tanggung jawab dan untuk organisasi secara keseluruhan.

Operasi dan pengukuran. Selama periode operasi aktual, dilakukan pencatatan tentang sumber daya yang secara aktual digunakan, dinyatakan dalam bentuk biaya, serta mengenai pendapatan yang secara aktual diperoleh. Catatan ini sudah sangat terstruktur sehingga data biaya dan pendapatan terkelompok baik menurut program maupun menurut pusat tanggung jawab. Data yang dikelompokkan menurut program digunakan sebagai dasar untuk pemograman yang akan datang, sedangkan data yang dikelompokkan menurut pusat tanggung jawab digunakan untuk mengukur unjuk kerja atau prestasi manajer pusat tanggung jawab. Untuk kepentingan yang terakhir ini, data tentang hasil aktual dilaporkan dengan cara sedemikian hingga dapat dibandingkan langsung dengan cara seperti yang tertuang dalam anggaran.

Pelaporan dan analisis. Sistem pengendalian manajemen berfungsi sebagai alat komunikasi. Informasi yang dikomunikasikan terdiri atas data akuntansi dan non-akuntansi, dihasilkan baik dari dalam maupun dari luar organisasi. Informasi ini membuat manajer mengetahui apa yang sedang terjadi guna memastikan bahwa pekerjaan yang dilakukan oleh berbagai pusat tanggung jawab yang terpisah-pisah terkoordinasi dengan baik.